Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42 WIB
Hanoi, VIVA – Honda mulai memperlihatkan keseriusannya dalam menggarap pasar motor listrik di Asia Tenggara. Bukan hanya memperluas lini produk, pabrikan asal Jepang itu juga dikabarkan tengah menyiapkan model dengan harga yang lebih terjangkau agar bisa menjangkau konsumen massal.
Baca Juga
Disadur VIVA Otomotif dari RideApart, Selasa 21 Juli 2026, Honda berencana memindahkan produksi skuter listrik UC3 dari Thailand ke pabriknya di Provinsi Phu Tho, Vietnam. Produksi lokal disebut bisa dimulai pada September mendatang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar relokasi fasilitas produksi. Honda juga disebut sedang menyiapkan strategi untuk menghadirkan motor listrik yang mampu bersaing di segmen harga terjangkau, pasar yang saat ini berkembang pesat di Vietnam.
Baca Juga
Menurut laporan tersebut, Honda membidik harga jual di bawah 30 juta dong atau setara sekitar Rp18 jutaan. Kisaran harga itu dipilih agar mampu bersaing dengan motor listrik yang sudah lebih dulu populer di Vietnam, termasuk produk-produk dari VinFast.
Selama ini Honda dikenal sukses membangun pasar melalui sepeda motor dengan harga terjangkau dan biaya operasional rendah. Strategi serupa tampaknya ingin diterapkan kembali pada era kendaraan listrik dengan menghadirkan produk yang mudah dijangkau masyarakat.
Baca Juga
UC3 sendiri hadir sebagai skuter listrik untuk penggunaan harian di kawasan perkotaan. Motor ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan motor listrik bertenaga sekitar 6 kW dan diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 122 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Spesifikasi tersebut membuat UC3 berada di kelas yang setara dengan skuter bensin bermesin sekitar 110 cc. Artinya, motor ini memang disiapkan sebagai kendaraan mobilitas sehari-hari, bukan produk premium.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Vietnam dipilih karena menjadi salah satu pasar roda dua terbesar di dunia dengan tingkat adopsi motor listrik yang terus meningkat. Data yang dikutip RideApart menyebut VinFast berhasil menjual lebih dari 406 ribu motor listrik dan sepeda listrik sepanjang 2025, menunjukkan permintaan pasar yang terus tumbuh.
Selain memangkas rantai pasok, produksi lokal juga memungkinkan Honda menekan biaya produksi sekaligus mempercepat distribusi. Pengalaman tersebut nantinya dapat diterapkan di negara berkembang lain yang memiliki karakter pasar serupa.
Halaman Selanjutnya
Honda sendiri telah menargetkan memiliki sekitar 30 model motor listrik secara global dan menjual hingga 4 juta unit setiap tahun pada 2030. Asia Tenggara dan India menjadi dua kawasan yang diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan penjualan kendaraan listrik roda dua perusahaan tersebut.