Pangkalpinang (ANTARA) - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Harwendro Adityo Dewanto membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Babel dengan mendorong penguatan UMKM agar mampu naik kelas dan mendukung perekonomian daerah mendunia, Kamis (24/9).
Rapimprov Kadin Babel tersebut mengusung tema "Ekonomi Naik Kelas, UMKM Berkualitas, Bangka Belitung Mendunia".
Harwendro mengatakan Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) siap menjadi bapak asuh Kadin untuk mendukung pengembangan UMKM di Bangka Belitung, khususnya melalui keterlibatan industri timah, smelter dan perusahaan terkait.
"Yang paling penting adalah meningkatkan UMKM kita, terutama di industri timah, smelter dan lain-lain yang siap mendukung UMKM yang ada di Bangka Belitung," katanya.
Menurut dia, mekanisme program tersebut masih perlu didalami, termasuk terkait akses pasar, pembiayaan, serta pengembangan bursa mineral dan tata kelola harga komoditas timah.
Harwendro menilai Indonesia sebagai salah satu negara penghasil timah terbesar dunia perlu memiliki posisi yang lebih kuat dalam menentukan harga komoditas tersebut.
Ia mengatakan gagasan mengenai tata kelola timah melalui satu pintu sebenarnya telah dipersiapkan sejak sekitar dua tahun lalu, bahkan sebelum Presiden menyampaikan wacana mengenai pengelolaan mineral secara terintegrasi.
"Kita ekspor nomor satu di dunia, tapi kita tidak bisa jadi price maker timah dunia. Kita masih berpatokan pada London Metal Exchange (LME) maupun Shanghai," ujarnya.
Harwendro menyebut rencana pengelolaan mineral melalui satu pintu dapat menjadi peluang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas mineral dunia, termasuk timah.
Menurut dia, apabila sistem tersebut diterapkan, Indonesia diharapkan dapat memperoleh manfaat yang lebih besar, baik bagi pemerintah maupun pelaku usaha, terutama dalam penentuan harga komoditas.
"Intinya, harga itu tidak jauh-jauh dari London Metal Exchange (LME) maupun Shanghai Futures Exchange (SHFE)," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Richie Glen Yapranadi mengatakan Rapimprov memiliki makna strategis karena menjadi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah.
"Ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi melalui momentum ini kita akan menyatukan visi dan memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah," ujarnya.
Richie mengatakan program bapak asuh akan diarahkan untuk memperkuat UMKM melalui kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku usaha kecil. Dukungan tersebut mencakup pembinaan, pendanaan hingga akses pasar.
Ia menilai akses pasar menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM naik kelas karena kemampuan memproduksi barang dan memperoleh modal belum cukup apabila produk yang dihasilkan tidak memiliki pasar.
"Kita akan pilih anggota Kadin, kemudian kita kirimkan kepada Asosiasi Eksportir Timah Indonesia. Mereka juga memiliki komite yang nantinya memverifikasi usulan dari Kadin Provinsi Bangka Belitung," katanya.
Richie mengatakan pembinaan akan dilakukan secara bertahap terhadap UMKM yang terpilih, baik dalam bentuk pendanaan, pembinaan usaha maupun pembukaan akses pasar.
Ia juga mendorong agar pengembangan UMKM tidak hanya berkutat pada sektor kuliner, tetapi mulai diarahkan pada usaha yang lebih maju dengan ide kreatif dan inovatif.
Menurut dia, Kadin sedang membahas mekanisme program tersebut, termasuk kemungkinan membuat pola seleksi dan pembinaan bagi calon pelaku usaha yang memiliki gagasan bisnis potensial.
"Kita berharap program bapak asuh ini bisa mengangkat UMKM Bangka Belitung sehingga benar-benar naik kelas," ujarnya.
Richie mengatakan tema "Bangka Belitung Mendunia" dipilih karena sejumlah komoditas daerah tersebut telah memiliki pasar internasional, di antaranya timah, kelapa sawit dan lada.
Ia menilai tantangannya adalah bagaimana keberadaan komoditas yang telah mendunia tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat Bangka Belitung, salah satunya melalui penguatan UMKM.
"Produknya sendiri sudah mendunia, tetapi bagaimana mendunia ini produknya dirasakan, masyarakatnya juga harus mendapatkan manfaat," katanya.
Terkait rencana bursa mineral, Richie mengatakan timah menjadi salah satu komoditas yang diproyeksikan menjadi bagian awal dalam pengembangan tata kelola perdagangan mineral Indonesia.
Ia berharap penguatan tata kelola perdagangan komoditas tersebut dapat memberikan ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam menentukan harga mineral di pasar dunia, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah penghasil seperti Bangka Belitung.
Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.