Harga sayuran naik dipengaruhi kondisi cuaca
Senin, 10 Agustus 2026 15:51 WIB
Pedagang sayuran di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandarlampung sedang menata dagangannya. (ANTARA/PKL-UIN/Agustiana Margata/ts)
Bandarlampung (ANTARA) - Sejumlah harga sayuran di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, mengalami kenaikan sejak memasuki musim kemarau.
Mentimun, kacang panjang, buncis, hingga jagung muda tercatat mengalami kenaikan harga secara bersamaan. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat cuaca kering yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir.
"Kenaikan harga ini memang sudah dari pasar induk, jadi kami juga tidak bisa menjual lebih murah. Pembeli sekarang banyak yang mengurangi jumlah belanja karena harganya naik. Akibatnya omzet kami ikut menurun, padahal sayuran tidak bisa disimpan lama karena cepat layu dan membusuk," ujar Siti, seorang pedagang sayur di Pasar Pasir Gintung, akhir pekan lalu.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah mentimun. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp15.000 per kilogram. Menurut pedagang, kenaikan tersebut sudah terjadi sejak di pasar induk sehingga mereka terpaksa menyesuaikan harga jual di pasar tradisional.
Tidak hanya mentimun, harga kacang panjang juga mengalami kenaikan. Untuk pembelian dalam jumlah grosir, harganya kini mencapai sekitar Rp150.000 per ikat grosir. Kenaikan serupa turut terjadi pada buncis, jagung muda, dan beberapa jenis sayuran lainnya seiring berkurangnya pasokan dari daerah produksi.
Kenaikan harga tersebut turut dirasakan oleh masyarakat yang berbelanja di pasar.
Salah seorang pembeli, Rina, mengatakan kenaikan harga membuat dirinya harus mengurangi jumlah sayuran yang dibeli.
"Biasanya saya beli dua kilogram timun, sekarang cukup satu kilogram saja karena harganya sudah naik," katanya.
Pembeli lainnya, Yuni, mengaku kenaikan harga sayuran cukup memengaruhi pengeluaran sehari-hari. "Hampir semua sayuran yang biasa dibeli naik. Jadi sekarang harus lebih pintar memilih dan menyesuaikan dengan uang belanja," ujarnya.
Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa jenis sayuran seperti selada, kubis, sawi, dan tomat masih dijual dengan harga yang relatif stabil. Untuk tomat, misalnya, hingga kini masih dipasarkan di kisaran Rp13.000 per kilogram.
Para pedagang berharap harga sayuran dapat segera kembali stabil meskipun musim kemarau masih berlangsung.
Dengan harga yang kembali normal, daya beli masyarakat diharapkan meningkat sehingga aktivitas jual beli di Pasar Pasir Gintung dapat kembali berjalan seperti biasa.
Pewarta : PKL-UIN/Agustiana Margata/ts
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.