Harga Pangan 9 September 2026: Cabai Rawit Merah Turun Jadi Rp 91.150 per kg

2026/09/09

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar harga pangan, yakni cabai, bawang, dan bahan pangan protein sedikit turun pada Rabu, (9/9/2026) Harga cabai rawit merah turun hampir Rp 4 ribu dari harga kemarin, Selasa, 8 September 2026. Cabai rawit merah sebelumnya dibanderol Rp 94.900 per kilogram (kg), kini berada  Rp 91.150 per kg.

Hal itu berdasarkan pantauan harga pangan melalui data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Rabu pekan ini. Sementara, cabai rawit hijau turun Rp 5 ribu, dari Rp 69.150 ke Rp 64.050 per kg. Lalu, cabai merah besar dan cabai merah keriting dijual seharga Rp 54.900 per kg dan Rp 61.000 per kg. Di antara semua jenis cabai, yang mengalami kenaikan harga hanya cabai merah besar, karena kemarin masih berada di angka Rp 52.100 per kg.

Untuk komoditas bawang, harganya mengalami penurunan cukup signifikan pula. Bawang merah tadinya ditawarkan seharga Rp 44.700 per kg, dan kini Rp 37.950 per kg. Sementara, bawang putih tadinya berada di angka Rp 41.500 per kg, dan sekarang Rp 39.350 per kg.

Semua bahan pangan jenis protein mengalami penurunan harga. Daging sapi kualitas I tadinya Rp 153.750 per kg, namun sekarang Rp 151.950 per kg. Selain itu, daging ayam sekarang Rp 42.600 per kg, dan telur ayam Rp 29.800 per kg.

Simak rincian harga per kategori komoditas pada Rabu pagi:

Harga Cabai dan Bawang

Harga Bahan Pangan Protein

Mendag Ungkap Alasan Harga Pangan Terlalu Murah Malah Berbahaya

Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kementerian Perdagangan, Selasa (14/7/2026).

Perbesar

Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kementerian Perdagangan, Selasa (14/7/2026).

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga harga daging ayam ras agar tetap berada di kisaran acuan. Langkah ini krusial untuk memastikan keberlangsungan produksi peternak sekaligus menjamin masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar.

Pesan tersebut disampaikan Budi saat meninjau langsung ketersediaan bahan pokok di Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia memperingatkan bahwa harga yang merosot terlalu rendah dalam rentang waktu lama berisiko memicu kerugian bagi peternak hingga menurunkan volume produksi. Ujungnya, pasokan di pasar akan terganggu dan memicu lonjakan harga di tingkat konsumen.

"Daging ayam tadi ada yang (dijual seharga) Rp 40.000 per kilogram dan ada yang Rp 42.000. Daging ayam memang harga acuannya Rp 40.000, kami melihat kondisi harga ini relatif stabil karena masih di sekitar harga acuan, kualitas ayamnya juga bagus. Telur malah sedang rendah di kisaran Rp 23.000-Rp 25.000 per kilogram sedangkan harga acuannya Rp 30.000," kata Budi dikutip dari Antara, Kamis (20/8/2026).

Titik Temu yang Adil

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Perbesar

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Mendag akan memanggil para pengusaha guna membahas dampak perang Iran-Amerika Serikat. (Liputan6.com/Arief)

Budi menilai harga acuan merupakan titik temu yang adil bagi produsen maupun konsumen. Menurut dia, patokan harga yang terlalu murah akan menekan keberlangsungan usaha produsen, sementara harga yang terlampau melambung bakal menggerus daya beli masyarakat.

Sebab itu, fokus pemerintah adalah memelihara titik keseimbangan agar roda produksi terus berputar tanpa mengorbankan keterjangkauan harga di tingkat eceran.

"Kami mengharapkan harga di tingkat konsumen dapat sesuai atau mendekati harga acuan yang ditetapkan. Produsen tidak rugi dan bisa terus berproduksi, konsumen juga mendapatkan harga yang sesuai dengan kemampuan daya belinya. Harga yang ideal itu harus mempertemukan kepentingan keduanya," jelasnya.

Harga Relatif Stabil

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Perbesar

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Dari pemantauan di lapangan, Budi mencatat sebagian besar komoditas pokok di Pasar Ir. Soekarno relatif stabil dan mendekati harga acuan. Komoditas seperti bawang putih dijual Rp 38.000 per kg (sesuai HAP), bawang putih honan Rp 33.000 per kg, dan bawang merah Rp 28.000 per kg.

Sementara itu, cabai rawit tercatat Rp 45.000 per kg (di bawah harga acuan Rp 57.000 per kg), dengan cabai merah keriting di angka Rp 35.000 per kg dan cabai merah besar Rp 40.000 per kg.

Untuk komoditas pangan lainnya, beras medium dijual Rp 13.000 per kg, beras premium Rp 15.000 per kg, dan daging sapi Rp 140.000 per kg. Adapun gula pasir tercatat Rp 17.000 per kg, tepung terigu Rp 12.000 per kg, serta minyak goreng yang bervariasi dari Minyakita Rp 15.700 per liter, minyak curah Rp 18.000 per liter, hingga minyak premium Rp 22.000 per liter.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6