Harga beli gabah di Aceh Jaya masih di atas HET - ANTARA News Aceh

2026/09/30

Calang (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya menyebutkan bahwa harga pembelian gabah di tingkat petani di daerah tersebut masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, di Aceh Jaya, Rabu, mengatakan, harga beli gabah saat ini berkisar Rp6.900 hingga Rp7.100 per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Untuk harga gabah Aceh Jaya saat ini masih batas normal, bahkan dibeli di atas HPP. Saat ini gabah dibeli sekitar Rp6.900, bahkan beberapa waktu lalu mencapai Rp7.100 per kilogram,” kata Dailami.

Kondisi ini, kata dia, menunjukkan harga gabah di Aceh Jaya masih memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari produksi padi mereka.

Ia mengingatkan, kepada para petani agar tidak terburu-buru menjual gabah apabila harga yang ditawarkan berada di bawah acuan atau ketetapan pemerintah.

“Kalau harga gabah dibeli di bawah Rp6.500 per kilogram, petani dapat segera melaporkan kepada dinas,” ujarnya.

Dailami menjelaskan, pemerintah melalui Bulog memiliki mekanisme untuk menyerap gabah petani sesuai ketentuan harga yang berlaku. Karena itu, petani tidak perlu menerima harga di bawah harga acuan apabila terdapat saluran penyerapan yang tersedia.

Dinas Pertanian Aceh Jaya juga mengimbau petani untuk terus memantau perkembangan harga gabah di tingkat lapangan dan berkoordinasi dengan penyuluh maupun dinas apabila menemukan harga yang merugikan.

"Stabilnya harga gabah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pendapatan petani sekaligus mendorong keberlanjutan produksi padi di Aceh Jaya," katanya.

Dailami menambahkan, untuk produksi gabah petani di Aceh Jaya sendiri hingga saat ini mencapai 44 ribu ton lebih dalam sekali panen dari luas panen 6.189 ribu hektare lebih.

"Untuk target kita tahun ini ada sebanyak 69 ribu ton, dan telah tercapai panen pertama tahun ini 44 ribu ton, sedangkan panen kedua nanti dipastikan akan tercapai bahkan akan surplus," demikian Dailami. 

Pewarta: Arif Hidayat
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.