Gudang Amunisi Meledak, DPR Minta Investigasi Total: Mulai dari SOP hingga Human Error

2026/07/18

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:30 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta tim investigasi dari TNI AD untuk mengusut secara menyeluruh penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Baca Juga

Ledakan di gudang tersebut terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026. Satu orang prajurit tewas akibat peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan,” kata Hasanuddin dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.

Baca Juga

Selain itu, menurut dia, tim investigasi juga perlu memeriksa kondisi dan usia amunisi yang tersimpan, termasuk memastikan apakah terdapat amunisi yang telah kedaluwarsa, rusak, atau mengalami penurunan kualitas.

“Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional,” kata dia.

Baca Juga

Menurut dia, penempatan gudang amunisi yang berada terlalu dekat dengan permukiman masyarakat ikut dievaluasi.

Jika tidak lagi memenuhi standar jarak aman, dia meminta gudang tersebut perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan berpenduduk.

"Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata purnawirawan perwira tinggi TNI itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 16 Juli 2026, terjadi saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan munisi.

Akibat insiden itu, satu prajurit tewas dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang," ucap dia.

Saat ini, pihaknya pun bergantung kepada tim investigasi yang dikirim ke Madiun untuk mencari tahu penyebab utama meledaknya gudang munisi itu. (Ant)

Presiden Prabowo Subianto di HUT ke-80 Bhayangkara

Kelakar Prabowo di Hadapan TNI-Polri: Nanti Ada Pertandingan Antar Jenderal, Saya Wasitnya

Prabowo menyoroti prestasi prajurit Indonesia dalam ajang menembak internasional. Menurutnya, tim Indonesia berulang kali meraih kemenangan menggunakan senjata buatan dal

VIVA.co.id

17 Juli 2026