Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendukung transformasi dunia olahraga di Sumut menjadi industri yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
"Langkah ini penting untuk memperkuat ekosistem olahraga, dan sekaligus mendukung pembentukan atlet-atlet berprestasi di Sumut," ujar Bobby usai membahas rencana strategis pengelolaan dan pengembangan olahraga menjadi industri di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/8).
Gubernur menyebut, berbagai fasilitas olahraga menjadi faktor penting dalam pengembangan, dan Sumut memiliki sejumlah sarana olahraga memadai, bahkan bertaraf internasional.
Oleh karena itu, diperlukan desain besar agar transformasi olahraga berlangsung di Sumatera Utara menjadi suatu industri yang dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Banyak orang yang mau melihat, dan banyak juga yang mau bermain, terutama seluruh atlet. Tetapi bagaimana banyak juga berkontribusi memajukan olahraga. Caranya adalah bagaimana bidang ini bisa menghasilkan pemasukan," kata Bobby.
Baca juga: Wajah baru Stadion Teladan pacu semangat olahraga Kota Medan
Baca juga: Sumut perkuat posisi Danau Toba selaku destinasi wisata olahraga dunia
Gubernur juga mengatakan, pada perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Sumatera Utara kini memiliki berbagai sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
Namun, keberadaan berbagai fasilitas olahraga tersebut harus diikuti dengan pengelolaan yang maksimal, terutama aspek pemeliharaan dan pemanfaatannya.
"Tentu ini satu langkah yang bagus, setiap kegiatan mendatangkan keuntungan dan pemasukan bagi daerah. Jadi harus ada rencana besar, bukan hanya untuk kegiatan tertentu," tutur Bobby.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut Mahfullah P Daulay mengaku, pengelolaan kawasan olahraga akan diberikan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Jadi dengan pengelolaan oleh BLUD nanti, kelebihannya seperti peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi aset, dan juga bisa mengelola pendapatan secara mandiri," kata Mahfullah.
Pihaknya melanjutkan, termasuk mendorong adanya inovasi layanan, seperti digitalisasi dan model bisnis yang tetap berorientasi pada pelayanan publik.
Pendapatan pengelolaan kawasan olahraga oleh BLUD akan dialokasikan bantuan hibah urusan kepemudaan dan keolahragaan, seperti pembinaan atlet serta pengembangan komunitas olahraga.
Pengelolaan fasilitas olahraga, ujar dia, tidak hanya berorientasi pada penerimaan daerah, tetapi juga memberikan manfaat pengembangan olahraga dan peningkatan prestasi atlet Sumut.
"Untuk mewujudkan target tersebut diperlukan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak terkait, sehingga transformasi olahraga menjadi industri bisa berjalan secara optimal," ujar Mahfullah.
Baca juga: Gubernur Bobby: Pemprov Sumut terus gairahkan berbagai ajang olahraga
Baca juga: Sumut kini punya akademi voli, Falcons Volley Ball Academy
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.