Gubernur Sulsel kirim 30 ton bantuan untuk korban gempa NTT - ANTARA News Kalimantan Barat

2026/08/19

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengirimkan kurang lebih 30 ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.

Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan bantuan tersebut selanjutnya diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara.

“Terkumpul kurang lebih 30 ton dan ratusan kilogram obat-obatan untuk bantuan bagi saudara kita di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilanda musibah gempa beberapa waktu lalu,” kata Andi Sudirman.

Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Forkopimda Sulsel (Kodam XIV Hasanuddin, Polda Sulsel, Kejati Sulsel, PT Angkasa Pura, Kodaeral VI, Kodau II, Divif 3 Kostrad, Binda, Lanud) dan CSR perusahaan yang bergerak cepat atas inisiasi bersama pengumpulan bantuan kemanusiaan tersebut.

Andi Sudirman juga menyampaikan apresiasi kepada Lanud Sultan Hasanuddin yang telah membantu proses pengangkutan bantuan menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.

Ia menyampaikan bahwa pengumpulan bantuan kemanusiaan masih terus berjalan. Bantuan yang terkumpul nantinya akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mekanisme pendistribusian, bantuan akan diberangkatkan oleh TNI Angkatan Udara menuju 3 titik, di antaranya Labuan Bajo dan Maumere. Dari lokasi tersebut, bantuan lebih mudah menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak bencana gempa di NTT.

Gubernur Andi Sudirman juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan masyarakat NTT yang terdampak bencana.

“Semoga bantuan ini sebagai bukti solidaritas sesama anak bangsa dapat mengurangi beban dan mempercepat pemulihan,” ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Sulsel kirim 30 ton bantuan untuk korban gempa NTT

Pewarta: Abdul Kadir
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.