Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis kontingen Jatim mampu kembali meraih gelar juara umum pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Jakarta, Depok, Banten, dan Sidoarjo.
"Semua peserta lomba dari bumi Majapahit yang luar biasa, kita sudah hattrick. Mudah-mudahan tahun ini Jawa Timur mendapatkan medali sebanyak-banyaknya. Insya Allah anak-anakku di sini semuanya hebat, dan dapat memberikan hasil yang terbaik dan kembali menjadi juara umum untuk Jawa Timur," kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu, saat melepas 45 siswa kontingen Jatim ke Jakarta.
Khofifah mengatakan optimistis tersebut didasarkan pada rekam jejak Jawa Timur yang mampu meraih juara umum selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari sinergi antara sekolah, guru, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan orang tua.
"Kekuatan Jawa Timur ada pada ekosistemnya. Ketika sekolah, guru, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan para orang tua bergerak bersama, lahirlah talenta-talenta terbaik. Sinergi inilah yang harus terus kita rawat untuk membawa Jawa Timur kembali menjadi juara umum," katanya.
Khofifah mengajak seluruh peserta, guru pembimbing, dan pendamping memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar dan membuahkan prestasi terbaik bagi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan LKS Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 dilaksanakan melalui dua skema, yakni daring dan luring.
Jawa Timur mengikuti 38 bidang kompetisi yang terdiri atas 19 bidang daring dan 19 bidang luring, termasuk satu bidang eksibisi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).
Sebanyak 45 siswa dari 29 sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan swasta di berbagai kabupaten/kota mewakili Jawa Timur. Rinciannya, 21 peserta mengikuti lomba secara daring dan 24 peserta mengikuti lomba luring serta eksibisi.
"Insya Allah seluruh peserta sudah siap mengikuti LKS Nasional 2026," kata Aries.
Ia mengatakan pembinaan kontingen tahun ini diperkuat melalui strategi 3M, 3B, dan 3S. Tiga M meliputi mental juara, mandiri, dan motivasi tinggi.
Tiga B terdiri atas berdoa, belajar tanpa lelah, dan berlatih dengan keras. Adapun 3S meliputi sukses persiapan, sukses pertandingan, dan sukses prestasi.
Aries menambahkan kualitas pembinaan pendidikan vokasi Jawa Timur juga tercermin dari enam siswa asal Jawa Timur yang akan memperkuat kontingen Indonesia pada ajang WorldSkills Championship (WSC) di Shanghai, China, dari total 21 peserta nasional.
Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.