Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan wilayah pulau Flores bagian utara paling banyak terdampak oleh gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.
“Gempa di Mbay dampak terbesarnya ada di wilayah utara Flores mulai dari Maumere, Ngada, Manggarai serta pusatnya di Nagekeo,” katanya.
Hal ini disampaikannya saat menggelar jumpa pers bersama intansi terkait dan sejumlah Forkompimda mulai dari TNI dan Polri di Markas Polda NTT.
Saat ini, kata dia, data pasti kerusakan serta korban jiwa akibat gempa tersebut masih dalam pendataan oleh pemerintah daerah di pulau Flores.
Melki mengatakan sejak pagi tadi dirinya sudah menghubungi sejumlah kepala daerah di Flores untuk mendata kerusakan yang terjadi di daerah masing-masing.
“Saya sudah kontak para bupati se-daratan Flores dengan kondisi yang ada saat ini, segera mengecek kondisi di masing-masing daerah untuk memberikan data kerusakan ke pemerintah provinsi,” tambah dia.
Bencana di Flores, ujar Mekli, sudah menjadi perhatian dari Presiden Prabowo, dan sejumlah menteri sudah diperintahkan untuk meninjau langsung lokasi bencana.
Pemprov NTT juga sudah diminta segera mengecek data agar distribusi bantuan bisa segera di distribusikan ke lokasi bencana.
Saat ini tambah dia, fokus pemerintah provinsi adalah mengevakuasi para korban bencana gempa ke tempat yang aman.
“Saya minta agar toko-toko supermarket di lokasi bencana bisa membagikan makanan ke para korban, dan pemerintah akan mengganti rugi, sambil menunggu distribusi bantuan,” tambah dia.
Lebih lanjut kata dia siang ini menggunakan pesawat Polri, akan meninjau langsung lokasi bencana baik di Maumere serta di beberapa lokasi di Flores.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur sebut wilayah utara Flores paling terdampak gempa
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.