Gubernur NTB Ungkap Tim Medis MotoGP Mandalika Diakui Dorna Salah Satu Terbaik di Dunia |Republika Online

2026/10/08

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH — Kesiapan tim medis asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mendapatkan pengakuan dari Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP. Bahkan, kualitas tim medis yang disiapkan RSUD Provinsi NTB disebut berada di atas sejumlah negara Eropa.

Tak tanggung-tanggung, untuk mendukung penanganan kedaruratan, dua unit helikopter Basarnas juga disiagakan bahkan sejak sebelum berlangsungnya balapan yang akan digelar pada 9–11 Oktober 2026 itu.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa pengakuan tersebut diberikan langsung oleh Dorna. Menurut dia, tim medis NTB memiliki kemampuan penanganan kegawatdaruratan olahraga (sports emergency) yang telah memenuhi standar internasional.

“Tim medis ini adalah tim medis emergency untuk sport yang terbaik, salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan, rank-nya lebih tinggi dari sejumlah negara Eropa,” kata Lalu Iqbal, Kamis, 8 Oktober 2026.

Lalu Iqbal menjelaskan, Dorna bahkan memberikan lisensi khusus yang disebut sebagai super license kepada tim medis dari RSUD Provinsi NTB. Pengakuan tersebut mencakup sistem penanganan medis secara menyeluruh, mulai dari pelayanan di dalam sirkuit hingga rumah sakit rujukan.

“Dorna yang memberikan lisensi, yang dia sebut sendiri super license, kepada tim dari RSUD NTB. Jadi, ini sudah license, baik di rumah sakitnya, mulai dari sini sampai di rumah sakit,” jelasnya.

Sistem penanganan medis tersebut melibatkan tiga tim yang saling terintegrasi. Ketiganya terdiri dari tim medis di sirkuit, tim penanganan kedaruratan dan evakuasi, serta tim medis di RSUD Provinsi NTB. Pembagian tersebut memungkinkan penanganan kecelakaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pertolongan pertama hingga perawatan lanjutan di rumah sakit.

Untuk memperkuat kesiapan tersebut, Basarnas mengerahkan dua helikopter jenis AS 365 N3+ Dauphin dengan nomor registrasi HR-3601 dan HR-3604. Kedua helikopter telah menjalani pengecekan jalur penerbangan dan titik pendaratan di RSUD Provinsi NTB serta Pertamina Mandalika International Circuit pada Rabu (7/10/2026).

Dalam pengecekan tersebut, helikopter HR-3601 mendarat di helipad RSUD Provinsi NTB pukul 13.17 Wita, disusul HR-3604 pada pukul 13.22 Wita. Setelah melakukan pengecekan, kedua helikopter melanjutkan penerbangan dan tiba di helipad Sirkuit Mandalika pada pukul 13.42 Wita.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa kedua helikopter disiapkan untuk mendukung Evakuasi Medis Udara (EMU) apabila terjadi insiden yang membutuhkan penanganan darurat dan pemindahan pasien secara cepat menuju RSUD Provinsi NTB.

“Kami menyiagakan dua unit helikopter beserta crew dan tim medis untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden darurat yang membutuhkan Evakuasi Medis Udara (EMU),” ujar Hariyadi.

Lalu Iqbal menambahkan, selain kesiapan teknis penyelenggaraan, MotoGP Mandalika memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari ajang serupa di berbagai negara. Menurut dia, pengalaman menikmati balapan di Mandalika menjadi nilai khas yang ditawarkan NTB kepada dunia.

“Anda bisa lihat MotoGP di seluruh dunia, tetapi dari tempat lain belum tentu Anda bisa merasakan MotoGP Mandalika. Jadi, ini nilai khas dari MotoGP Mandalika,” ujar Lalu Iqbal.