Gubernur NTB: Jalan bypass Lembar-Kayangan tahap DED

2026/07/13

Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan rencana pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur (port to port) kini difokuskan pada penuntasan DED (Detail Engineering Design).

"Studi kelayakan sudah selesai tahun lalu. Tahun ini kita fokus di DED," ujarnya pada wartawan saat ditanya perkembangan kelanjutan jalan bypass tersebut di Mataram, Senin.

Ia mengatakan pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian juga sudah ikut membahas terkait rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur tersebut.

"Insya Allah kita tetap maju untuk bypass," kata Iqbal.

Menurut dia, jalan bypass ini nantinya di bangun dengan memodifikasi jalan yang sudah ada, sehingga tidak banyak membutuhkan lahan baru.

"Jadi, jalan ini bukan bangun ratusan kilometer, lebih besar modifikasi pelebaran jalan sudah ada. Yang baru paling cuman 15 kilometer. Pokoknya revitalisasi jalan aj," katanya.

Kepala Dinas PUPR-PKPĀ NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengakui rencana pembangunan jalan bypass sudah masuk dalam tahap penyusunan dokumen baik DED dan Amdal, termasuk dokumen lain.

"Sekarang itu lagi persiapan lokasi, studi persiapan dokumen lingkungan, dokumen fisik, dokumen konstruksi, setelah itu diusulkan ke pusat karena nanti konstruksinya pusat yang tangani," ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan jalan bypass ini sangat penting bagi NTB. Pasalnya jalan ini direncanakan berfungsi sebagai koridor logistik pelabuhan ke pelabuhan, bukan sebagai rute kota biasa sehingga dengan fungsi itu, pergerakan truk dan kargo diharapkan tidak melewati pusat kota, sehingga mengurangi beban jalan kota.

"Jika jalan ini beroperasi sesuai rencana, diharapkan terjadi pengalihan arus kendaraan berat dari jalur utama menuju koridor baru," kata Kusuma Wijaya.

Menurutnya, saat ini kondisi lalu lintas di jalan utama sangat berat terutama pada akhir pekan (Sabtu-Minggu). Beban diperparah oleh banyaknya mobil bertonase besar yang lewat sehingga pergerakan menjadi sangat lambat.

"Jadi, harapannya setelah koridor pelabuhan aktif, beban pada jalan utama akan berkurang signifikan pada akhir pekan," terangnya.

Ia menambahkan anggaran untuk pembangunan jalan bypass ini ditangani oleh pemerintah pusat menggunakan APBN. Mengingat, anggaran untuk membangun jalan tersebut cukup besar di mana sesuai rancangan awal mencapai Rp3,5 triliun.

"Dananya nanti pakai APBN. Tapi anggaran ini bisa aja naik atau turun tergantung kondisi," katanya.

Diketahui dalam rancangan awal pembangunan jalan bypass ini membutuhkan anggaran Rp3,5 triliun. Anggaran ini mencakupĀ pembangunan jalur baru dari Sengkol Lombok Tengah sampai Pringgabaya Lombok Timur. Kemudian, peningkatan jalan dari Bundaran Gerung Lombok Barat sampai Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah.

Untuk desain trase bypass diarahkan mengikuti jalan kabupaten dan kawasan minim permukiman. Strategi ini diambil untuk menghindari lonjakan biaya pembebasan lahan. Jalan tersebut rencananya dibangun dengan lebar 25-30 meter, dua jalur dan empat lajur, dilengkapi jalur lambat di beberapa titik persimpangan seperti pada bypass Mandalika.

Keberadaan bypass ini menjadi jalur strategis dan mampu memangkas waktu tempuh dari Pelabuhan Lembar hingga Pelabuhan Kayangan. Karena, dengan kondisi yang ada saat ini waktu yang dibutuhkan bisa sampai 3 jam hingga 4 jam. Namun, dengan kehadiran bypass baru itu nantinya bisa menjadi 2 jam.

Selain memotong waktu tempuh jalan bypass ini memperlancar arus logistik dan mengurai kemacetan di jalur existing mulai dari Kota Mataram hingga ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.