Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menghadirkan anak yatim lintas agama merasakan kebahagiaan kemerdekaan lewat syukuran dan doa kebangsaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
"Tahun ini kita ingin anak-anak yatim dari seluruh agama merasakan kebahagiaan dan keberkahan kemerdekaan. Semangat kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama," kata Helmi di Bengkulu, Selasa.
Helmi mengatakan kegiatan doa bersama yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadi wujud rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus momentum mempererat kebersamaan masyarakat.
"Alhamdulillah, rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 berjalan dengan lancar dan baik. Kali ini kita melaksanakan doa bersama sebagai wujud rasa syukur," ucap Helmi.
Menurut dia keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui kebersamaan dan persatuan. Karena itu, peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata
"Keberagaman yang kita miliki adalah kekuatan. Mari terus kita jaga kebersamaan dan persatuan untuk membangun Bengkulu dan Indonesia," katanya.
Dalam kegiatan itu, Pemprov Bengkulu berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Bengkulu memberikan santunan dan beasiswa kepada anak yatim.
Pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Helmi juga menyampaikan pesan bagi masyarakat Bengkulu untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal penting dalam membangun daerah dan Indonesia.
"Perbedaan-perbedaan itu tidak boleh menjadikan kita kemudian tidak bisa bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Modal Indonesia untuk menjadi negara dengan angka pertumbuhan delapan persen itu adalah persatuan-kesatuan," kata Helmi.
Helmi mengatakan perbedaan agama, suku dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu membangun Indonesia. Menurut dia, persatuan juga perlu diwujudkan dalam pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.