Jakarta, CNBC Indonesia - Grab Indonesia mengumumkan akan mengubah mekanisme komisi layanan GrabBike Hemat. Kebijakan itu akan mulai diterapkan 1 Agustus 2026 mendatang.
Dalam mekanisme sebelumnya, komisi akan diproses pada hari berikutnya. Sementara itu mekanisme baru akan diproses langsung pada setiap perjalanan yang diselesaikan pengemudi.
"Dalam mekanisme saat ini, bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat diproses satu kali pada hari berikutnya (H+1). Selama satu bulan terakhir, kami telah menyempurnakan sistem agar mulai 1 Agustus 2026, bagi hasil/komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan. Penyesuaian ini hanya mengubah waktu pemrosesan. Cara penghitungan, batas maksimal bagi hasil (komisi), dan ketentuan TBB (Tarif Batas Bawah) tetap sama serta sesuai dengan regulasi," kata Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (30/7/2026).
Neneng memastikan pihaknya tidak memotong bagi hasil lebih dari 8%, yang diterapkan mulai 1 Juli 2026 lalu. Begitu juga Grab Indonesia tidak melanggar Tarif Batas Bawah sesuai ketentuan yang ada.
"Grab tidak pernah memotong bagi hasil (komisi) lebih dari 8%, dan juga tidak pernah melanggar Tarif Batas Bawah (TBB) sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, perjalanan dengan tarif minimum atau tanpa selisih di atas TBB tidak dikenakan komisi," jelasnya.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah Grab yang telah menerapkan bagi hasil 8% sejak awal bulan ini. Termasuk juga mekanisme pemrosesan yang dimulai 1 Agustus mendatang.
Dudy mengharapkan langkah ini bisa membuat pengemudi lebih mudah memahami rincian pendapatanny.
"Selain itu, kami mengapresiasi langkah Grab yang sejak 1 Juli 2026 telah menerapkan skema bagi hasil (komisi) maksimal 8%. Kami juga menyambut penyempurnaan mekanisme pemrosesan bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat yang ditargetkan mulai 1 Agustus 2026, sehingga komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan," kata Dudy.
"Kami berharap penyesuaian ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi Mitra Pengemudi dalam memahami rincian pendapatannya serta memperkuat hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan," dia menambahkan.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]