Grab Indonesia dukung ekosistem UMKM berkelanjutan lewat GrabAcademy

2026/08/23

Grab Indonesia dukung ekosistem UMKM berkelanjutan lewat GrabAcademy

Minggu, 23 Agustus 2026 19:53 WIB

Image Print

Antusiasme Mitra Pengemudi dalam menyambut peluncuran GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Grab Indonesia

Solo (ANTARA) - Grab Indonesia mendukung ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkelanjutan lewat program GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas.

Chief Executive Ocer Grab Indonesia Neneng Goenadi melalui keterangan yang diterima di Solo, Jawa Tengah, Minggu mengatakan semangat kemerdekaan mengingatkan bahwa setiap orang, termasuk para mitra pengemudi dan mitra merchant perlu memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

“Dalam hal ini GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap mitra pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya. Kami ingin membuka peluang tanpa batas bagi para mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan
memanfaatkan ekosistem Grab sebagai sumber peluang penghidupan yang semakin beragam,” katanya.

Pihaknya juga terus memperkuat ekosistem Grab sehingga ke depan diharapkan bisa berkolaborasi dengan berbagai institusi pemerintahan agar setiap mitra memiliki lebih banyak jalur untuk berkembang
dan membangun sumber penghasilan sesuai kebutuhan, kemampuan dan aspirasi
masing-masing.

“Ada yang berkembang sebagai mitra pengemudi, ada yang merintis usaha dan
menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur. Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” katanya.

Pihaknya mencatat di sepanjang tahun 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta mitra pengemudi dengan
lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib.

Untuk konsep pembelajaran, dikatakannya, ada kelas reguler daring dan pelatihan tatap muka. Materi pembelajaran mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengatakan pada hakikatnya setiap pekerjaan yang dijalankan secara baik dan
bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai mitra pengemudi.

“Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan mitra pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online, semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha.

“Namun, sejauh mana peluang tersebut dapat membawa kemajuan akan sangat ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan ikhtiar setiap individu. Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.