AKURAT.CO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengambil langkah strategis yang berpotensi memengaruhi struktur permodalan perusahaan.
Alih-alih mendistribusikan saham hasil buyback kepada karyawan, direksi, dan komisaris melalui program kepemilikan saham (ESOP/MSOP), GoTo memutuskan membatalkan rencana tersebut dan memilih membatalkan (cancel) sebanyak 32,19 miliar saham treasury melalui mekanisme pengurangan modal.
Keputusan ini diumumkan dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Komisi Ojol 8 Persen Berdampak ke Pendapatan, GoTo Yakin dengan Sokongan Ekosistem Grup
Jumlah saham yang akan dibatalkan mencapai 32.186.417.803 saham Seri A, seluruhnya berasal dari program pembelian kembali saham yang berlangsung pada periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025.
Semula, saham-saham tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk dialihkan kepada karyawan, direksi, dan dewan komisaris melalui program ESOP/MSOP.
Namun setelah meninjau berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar global dan domestik hingga kepentingan seluruh pemegang saham, perseroan memilih membatalkan program tersebut.
Mengapa Saham Justru Dibatalkan?
Dalam penjelasannya, GoTo menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dinamika pasar yang masih berlangsung serta upaya memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham.
Dengan pembatalan saham treasury melalui pengurangan modal, jumlah saham beredar akan berkurang.
Secara teori, langkah ini dapat meningkatkan proporsi kepemilikan setiap pemegang saham yang ada karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih sedikit, meski dampak akhirnya tetap bergantung pada kinerja fundamental perusahaan ke depan.
Sebelum keputusan tersebut berlaku efektif, GoTo masih harus memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 dan POJK Nomor 15 Tahun 2020.
Nasib Buyback Terbaru Masih Dikaji
Sementara itu, GoTo juga mengungkapkan bahwa saham treasury hasil buyback periode berikutnya, yakni 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026 sebanyak 7,59 miliar saham Seri A, belum diputuskan akan digunakan untuk apa.
Perseroan menyatakan masih melakukan kajian internal sebelum menentukan apakah saham-saham tersebut akan dialihkan kembali atau ditempuh skema lain sesuai ketentuan regulator. Informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah terdapat keputusan resmi.
Tak Ganggu Operasional
GoTo menegaskan perubahan rencana tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Dengan demikian, keputusan ini lebih merupakan langkah penataan struktur modal dibanding perubahan strategi bisnis operasional.
Bagi publik, keputusan ini menarik karena menunjukkan perubahan arah pemanfaatan saham treasury.
Jika sebelumnya saham hasil buyback lazim digunakan sebagai insentif bagi manajemen dan karyawan, GoTo justru memilih mengurangi jumlah saham yang beredar.
Langkah tersebut berpotensi meningkatkan nilai ekonomi per lembar saham dalam jangka panjang apabila diikuti dengan pertumbuhan laba dan kinerja operasional yang berkelanjutan.