Gobel Group Genap 70 Tahun, Regenerasi Bisnis Dimulai

2026/08/23

Manajemen memastikan kegiatan operasional, agenda bisnis, dan berbagai rencana yang telah disusun tetap berjalan.

Kepastian tersebut menjadi bagian penting dari keberlanjutan Gobel Group setelah Rachmat Gobel, yang meneruskan fondasi bisnis yang sebelumnya dibangun oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel.

"Di usia 70 tahun ini, kami merasakan rasa syukur atas perjalanan Gobel Group sekaligus duka atas kepergian Bapak Rachmat Gobel. Namun, kami juga melihat bahwa 70 tahun perjalanan telah membangun fondasi yang kuat bagi Gobel Group untuk terus berjalan dan berkembang," ujar President Director & Group CEO Gobel Group, Hiramsyah S. Thaib dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: DPR RI Kehilangan Sosok Berdedikasi, Saan: Rachmat Gobel Teladan Integritas dan Profesionalisme

Menurut Hiramsyah, operasional perusahaan dan agenda bisnis akan tetap berjalan dengan dukungan organisasi serta sinergi antarperusahaan di dalam Gobel Group.

"Operasional perusahaan, agenda bisnis, dan berbagai rencana yang telah disusun akan tetap berjalan dengan dukungan organisasi yang solid dan sinergi seluruh perusahaan dalam Gobel Group," katanya.

Dirinya menambahkan, nilai yang diwariskan Thayeb Gobel dan Rachmat Gobel akan tetap menjadi pedoman perusahaan dalam menjaga kesinambungan bisnis sekaligus menjalankan amanah untuk memberikan manfaat bagi Indonesia.

Gobel Group mengawali perjalanan bisnisnya pada 1956 ketika Thayeb Mohammad Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing.

Perusahaan tersebut menjadi salah satu pelopor industri radio transistor di Indonesia dan memproduksi radio dengan merek "Tjawang".

Dari bisnis elektronik, perjalanan Gobel kemudian berkembang melalui kemitraan Indonesia-Jepang dan transformasi bisnis selama beberapa dekade.

Saat ini, ekosistem Gobel Group telah mencakup sejumlah sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan dan jasa, hingga food & hospitality serta infrastruktur dan properti.

Di sektor manufaktur, perdagangan dan jasa, bisnis yang dijalankan mencakup elektronik, bahan bangunan, transportasi dan logistik, serta periklanan.

Sementara pada sektor food & hospitality terdapat bisnis pabrik makanan, kafe dan toko kue, katering, hotel, hingga berbagai layanan terkait.

Gobel Group juga mengembangkan bisnis di sektor infrastruktur dan properti, antara lain melalui pelabuhan, fasilitas pengujian kendaraan bermotor, apartemen, dan perumahan.

Perluasan bisnis tersebut membuat perjalanan Gobel Group tidak lagi hanya bertumpu pada industri elektronik seperti pada awal pendiriannya.

Kini, Gobel Group menaungi lebih dari 25 entitas bisnis dengan jumlah karyawan lebih dari 18.000 orang. Produk dan layanan dari ekosistem perusahaan juga telah menjangkau pasar ekspor di lebih dari 125 negara.

Kepergian Rachmat Gobel membuat isu regenerasi menjadi bagian dari perjalanan Gobel Group memasuki dekade berikutnya.

Rachmat Gobel sebelumnya melanjutkan bisnis yang dibangun oleh Thayeb Gobel sekaligus membawa perusahaan menghadapi perubahan ekonomi dan industri. Kiprahnya juga tidak terlepas dari upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang.

Kini, tanggung jawab meneruskan perjalanan tersebut berada pada generasi berikutnya.

Director & Digital Transformation Leader Gobel Group, M. Arif Rachmat Gobel mengatakan, generasi penerus tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan apa yang telah dibangun, tetapi juga menentukan arah perusahaan ke depan.

"Tujuh puluh tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, nilai, dan kepercayaan dari banyak generasi. Kini, tanggung jawab generasi kami adalah memastikan fondasi tersebut tetap kuat sekaligus membawa Gobel Group menghadapi tantangan di masa depan," ujar Arif.

Menurutnya, kepemimpinan generasi baru harus mampu mempertahankan nilai yang diwariskan pendahulu sekaligus menyesuaikan strategi perusahaan dengan perubahan zaman.

"Sebagai bagian dari generasi yang meneruskan perjalanan ini, saya menyadari bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang melanjutkan apa yang telah dibangun, tetapi juga tentang mengambil tanggung jawab untuk menentukan arah berikutnya," katanya.

Ia menambahkan, nilai yang ditanamkan Thayeb Gobel dan Rachmat Gobel akan tetap menjadi pegangan perusahaan dalam menjalankan transformasi.

"Nilai yang ditanamkan Kakek dan Ayahanda akan tetap menjadi pegangan kami, sementara kami terus belajar, beradaptasi, dan membangun dengan cara yang relevan dengan zaman," ujar Arif.

Baca Juga: Dasco Berduka: Rachmat Gobel Teman Seperjuangan

Di tengah proses regenerasi tersebut, Gobel Group masih memiliki sejumlah bisnis dan proyek yang menjadi bagian dari ekspansi perusahaan.

Beberapa di antaranya adalah Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT), Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG), SAVASA Smart Township, dan Opus Park Sentul.

Gobel Group menyatakan pengembangan bisnis ke depan akan diarahkan pada penguatan sinergi antarperusahaan, transformasi dan pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kolaborasi Indonesia-Jepang.

Dengan lebih dari 25 entitas bisnis dan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 18.000 orang, kesinambungan operasional menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam memasuki fase berikutnya.

Artinya, usia 70 tahun bagi Gobel Group tidak hanya menjadi penanda perjalanan sejarah perusahaan, tetapi juga menjadi titik transisi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Momentum tersebut turut ditandai dengan Doa Bersama Lintas Agama Syukuran 70 Tahun Gobel Group yang digelar di Kantor Pusat Gobel Group, Cawang, Jakarta.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari haul untuk mengenang Thayeb Mohammad Gobel dan Rachmat Gobel.

Doa bersama dipimpin menurut tata cara Islam oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, kemudian dilanjutkan dengan doa dari perwakilan pemuka agama Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sesuai tata cara masing-masing.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Adib mengatakan keberagaman menjadi salah satu nilai yang penting untuk dirawat dalam kehidupan bersama, termasuk di lingkungan perusahaan.

"Doa bersama lintas agama ini menjadi momentum bagi keluarga besar Gobel Group untuk bersyukur atas perjalanan 70 tahun sekaligus mengenang para pendahulunya," ujar Adib.

Menurut dia, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila dibangun melalui sikap saling menghormati dan kebersamaan.

"Semoga nilai-nilai ini terus menjadi bagian dari Gobel Group untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta Indonesia," katanya.