Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:11 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Pariwisata mempublikasikan hasil risetnya dalam Jurnal Kepariwisataan Indonesia, yang menemukan bahwa konsep destinasi tematik memberikan kontribusi sebesar 23,5 persen terhadap minat konsumen untuk berkunjung.
Baca Juga
Sejalan dengan hal itu, konsep destinasi liburan tematik serupa juga berhasil membawa sejumlah produk asli Indonesia yakni madu, untuk menembus pasarnya sendiri di negara tetangga yakni Singapura.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Director of Marketing Communications Fairmont Singapore dan Swissôtel The Stamford, Elizabeth Wan mengakui, kualitas madu-madu asal Indonesia telah membuat pihaknya membawa komoditas tersebut ke salah satu program di SKAI Restaurant di Swissôtel The Stamford, Singapura.
Baca Juga
Dimana hingga 31 Agustus 2026, SKAI Restaurant akan menghadirkan pengalaman high tea bertema "Disney's Winnie the Pooh and Friends", yang mengajak para tamu menikmati hidangan bercita rasa premium dengan panorama cakrawala Singapura.
"Kehadiran madu asal Indonesia tidak sekadar menjadi pemanis, namun menjadi bagian penting dari perjalanan gastronomi yang memperkenalkan keragaman rasa dan warisan kuliner Indonesia kepada para tamu dari berbagai negara yang berkunjung ke Singapura," kata Elizabeth dalam keterangannya, Sabtu, 25 Juli 2026.
Baca Juga
Tea with a Little Hunny
Photo :
- [Istimewa]
Dirancang oleh Executive Chef, Enver Can Gumus, dan Executive Pastry, Chef Yong Ming Choong, pengalaman bertajuk "Tea with a Little Hunny" ini menerjemahkan kisah persahabatan Winnie the Pooh dan penghuni Hundred Acre Wood, ke dalam rangkaian hidangan manis maupun gurih yang membangkitkan nostalgia.
Di balik karakter Disney yang mendunia, pengalaman kuliner ini juga mengangkat salah satu kekayaan alam Indonesia, yakni madu murni alami dari berbagai daerah. Para tamu diajak mencicipi tiga jenis madu murni asal Indonesia dengan karakter yang berbeda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Antara lain yakni Madu Hutan Hitam dari Flores, yang dipanen secara alami dari lebah liar Apis dorsata yang hidup di kawasan hutan tropis dan menghasilkan cita rasa yang kaya. Ada pula Madu Bunga Kapas dari Jawa Tengah, yang diproduksi oleh lebah madu Eropa yang mengumpulkan nektar dari hamparan bunga kapas sehingga menghadirkan rasa yang lembut dan ringan.
Sementara itu, Madu Akasia Gelap dari hutan gambut Jawa, menawarkan karakter rasa yang lebih kompleks dengan sentuhan karamel alami. Ketiganya dipadukan dengan berbagai sajian untuk menunjukkan bagaimana madu Indonesia mampu tampil sebagai bahan premium dalam sajian gastronomi internasional.
Halaman Selanjutnya
Elizabeth mengatakan, pengalaman "Tea with a Little Hunny" mencerminkan tren yang terus berkembang di industri makanan dan minuman di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.