Banjarbaru (ANTARA) - General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono melakukan inspeksi langsung terhadap proses perbaikan PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) Unit 1 di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memastikan pemulihan pembangkit berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Inspeksi yang dilakukan pada Ahad (9/8) mulai pukul 18.00 WITA menjadi bagian dari upaya PLN memastikan setiap tahapan perbaikan pembangkit berjalan sesuai rencana, sehingga unit berkapasitas 100 megawatt (MW) itu dapat segera kembali beroperasi dan memperkuat pasokan listrik pada Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Keterangan tertulis Humas PT PLN UID Kalselteng di Banjarbaru, Selasa, GM PLN Iwan Soelistijono didampingi General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan serta Tim Maintenance PLTU TPI.
Iwan mengatakan pengecekan langsung ke lokasi dilakukan untuk memastikan perkembangan pekerjaan sekaligus melihat kesiapan setiap tahapan sebelum PLTU TPI Unit 1 kembali masuk ke sistem.
Baca juga: Pembangkit IPP Tabalong kembali perkuat sistem kelistrikan Kalselteng
"Kami cek langsung untuk mengetahui bagaimana progresnya, dan kami bersyukur Alhamdulillah progresnya semakin menanjak. Artinya, sudah semakin dekat untuk secepatnya bisa dioperasikan kembali," ujar Iwan.
Disebutkan, hasil peninjauan menunjukkan progres pekerjaan telah mencapai lebih dari 80 persen dan perbaikan pada bagian Boiler Tube Wall telah diselesaikan sehingga pekerjaan kini berlanjut pada tahap pembersihan area ruang boiler sebagai persiapan sebelum unit dilakukan penyalaan kembali.
Menurut dia, perkembangan pekerjaan itu menunjukkan kemajuan positif, sehingga PLN optimistis tahapan pemulihan dapat diselesaikan sesuai rencana dan tahapan selanjutnya berjalan lancar sehingga unit segera kembali memberikan tambahan pasokan bagi sistem kelistrikan Kalselteng.
Baca juga: Sistem kelistrikan Kalselteng masih status siaga
Iwan menjelaskan, PLTU TPI Unit 1 memiliki kapasitas 100 MW yang disalurkan ke Sistem Interkoneksi Kalimantan dan pembangkit tersebut dinilai penting untuk meningkatkan ketersediaan pasokan sekaligus memperkuat kondisi sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
"Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar proses penyelesaian PLTU TPI Unit 1 ini segera selesai karena dengan masuknya kembali unit ini ke sistem, kami berharap pasokan listrik kembali siaga dan manajemen pengaturan beban tidak diperlukan lagi," kata Iwan.
Ia menegaskan PLN bersama PLN UIP3B Kalimantan terus memantau seluruh tahapan pekerjaan hingga pembangkit siap dinyalakan dan kembali masuk ke sistem dan PLN terus berkoordinasi dengan manajemen pembangkit serta pemangku kepentingan memastikan proses pemulihan berjalan optimal sekaligus menyampaikan perkembangan kondisi kelistrikan secara terbuka kepada masyarakat.
"Progres perbaikan yang telah melampaui 80 persen, PLN berharap PLTU TPI Unit 1 dapat segera kembali beroperasi sehingga tambahan pasokan 100 MW dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan Kalselteng," katanya.
Sementara itu, Maintenance Manager PLTU TPI Choi Jin Woo menyampaikan pekerjaan penanganan unit masih berjalan sesuai timeline yang telah ditetapkan.
"Progres perbaikan saat ini masih sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan. Kami optimistis unit dapat segera beroperasi kembali dan masuk ke sistem," tuturnya.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.