Jakarta -
Di tengah kesibukannya sebagai presenter berbagai program televisi, Gilang Dirga memiliki cara tersendiri untuk melepas penat. Presenter sekaligus komedian itu mengaku gemar mengoleksi komik lawas hingga sepatu berukuran besar yang sesuai dengan ukuran kakinya.
Kecintaan Gilang terhadap komik sudah berlangsung sejak lama. Kini, ia mengoleksi berbagai judul komik legendaris populer di Indonesia.
"Gue tuh ngoleksi Conan, Doraemon, Doraemon yang seri sama yang petualangan, terus ada juga apa namanya Dan Detective School, ada Slam Dunk, ada Vagabond, ada One Piece, ada Naruto, Boy Action, terus ada juga Kungfu Boy, ada komik-komik zaman dululah. Dulu tuh yang dimakan-makan rayap tuh ada Kapten Kid, gitu, bagus-bagus banget tuh. Candy, dulu, Candy-Candy dulu gua juga ada," kata Gilang Dirga saat ditemui di Studio Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Gilang, mengoleksi komik bukan sekadar hobi. Aktivitas tersebut menjadi cara untuk memenuhi keinginan yang sempat tertunda ketika masih kecil karena keterbatasan ekonomi.
"Iya, betul, ngobatin inner child. Jadi kalau pas dulu mungkin hobinya beli komik kadang kalau di toko buku waktu itu Gramedia cuma bisa beli satu. Nah, sekarang alhamdulillah bisa beli satu series gitu," ujarnya.
Meski koleksi komiknya terus bertambah, Gilang belum berencana memperkenalkan hobi tersebut kepada putra semata wayangnya. Menurutnya, sang anak masih fokus belajar membaca.
"Gin belum. Belum gue ajarin baca komik karena kan dia lagi belajar baca juga. Mungkin nanti setelah dia baca ee bisa belajar baca, bisa baca, baru kemudian gua kasih komik," tuturnya.
Tak hanya mengoleksi komik, suami Adiezty Fersa itu juga dikenal gemar mengumpulkan sepatu. Gilang mengaku cukup kesulitan mendapatkan jenis sepatu tertentu, terutama pantofel. Gilang mengoleksi sepatu berukuran 45.
"Nggak, agak susah kalau sepatu yang limited. Beberapa ini sih, pantofel emang agak susah. Kalau keds maksudnya yang untuk sport gitu-gitu sih hampir nggak susah sih karena banyak. Paling yang resmi-resmi aja yang susah," ungkapnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Gilang mengandalkan sejumlah vendor yang sudah menjadi langganannya. Ia mengaku kerap mendapatkan informasi lebih dulu saat ada model atau warna baru yang sesuai dengan kebutuhannya.
"Nggak juga, biasanya karena aku udah kenal beberapa vendor jadi tinggal nanya aja, 'Ada yang warna ini nggak? Ada yang bentukan gini?', kadang mereka sendiri yang laporan, 'Nih Kak ada yang keluar nih warnanya ini' gitu," pungkas Gilang.
(pus/pus)