Semakin besar volume, daya saing produk semakin berdaya saing
Jakarta (ANTARA) - Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyampaikan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terbukti mendorong lokalisasi produk sekaligus memperkuat industrialisasi nasional, termasuk pada sektor otomotif.
Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki menyampaikan penerapan TKDN sejak dahulu telah mendorong pabrikan untuk meningkatkan penggunaan produk lokal dan membangun ekosistem industri dalam negeri.
“Semakin besar volume, daya saing produk semakin berdaya saing,” ungkap dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut Rachmat, keberhasilan penerapan TKDN terlihat dari perkembangan industri otomotif nasional. Pada era 1970-an, pasar otomotif yang sebelumnya didominasi produk impor mulai beralih menuju produk yang diproduksi secara lokal melalui proses perakitan hingga pengembangan komponen.
Saat ini, katanya produk mobil yang diproduksi pabrikan di Indonesia telah mengantongi TKDN lebih dari 80 persen. Penerapan TKDN secara bertahap juga dinilai berhasil membangun ekosistem industri dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga Indonesia dipercaya menjadi salah satu basis ekspor otomotif.
Dalam konteks elektrifikasi, Rachmat menilai penerapan TKDN juga penting untuk memastikan pertumbuhan mobil listrik diikuti peningkatan penyerapan komponen lokal.
Hingga Agustus 2026, sebanyak 101.171 unit atau 16,88 persen dari total penjualan mobil nasional sebanyak 599.491 unit merupakan mobil listrik.
Adapun pemerintah menetapkan kewajiban TKDN minimal 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2027 dan 80 persen pada 2030.
Ia berharap peningkatan TKDN ke depan dapat semakin menyasar komponen utama kendaraan listrik, termasuk baterai dan bahan bakunya.
“Ke depan kami ingin banyak terlibat,” kata Rachmat.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta sebelumnya menyampaikan pabrikan wajib memenuhi TKDN 80 persen mulai 2030.
“Yang paling penting yang akan men-trigger nilai TKDN di sini adalah baterai selnya, selain produksi modul,” ujarnya.
Baca juga: TKDN 80 persen di 2030, GIAMM bidik sokong komponen lokal EV 60 persen
Baca juga: Pasar kendaraan komersial capai 71.759 unit hingga Agustus 2026
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.