Liputan6.com, Jakarta - Es kopi susu gula aren sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, mulai dari teman bekerja hingga penyemangat di sela aktivitas. Namun, kebiasaan menikmati minuman manis setiap hari membuat asupan gula tambahan perlu diperhatikan.
Mengurangi gula bukan berarti semua makanan manis harus dihindari, melainkan lebih cermat mengenali sumbernya. Melansir Harvard Health Publishing, Jumat (16/10/26), gula tambahan adalah gula atau sirup yang dimasukkan ke makanan dan minuman saat diproses untuk menambah rasa manis, tekstur, atau memperpanjang masa simpan.
Jenis ini berbeda dari gula alami yang terdapat dalam buah, sayuran, dan produk susu. Minuman manis, termasuk kopi dengan pemanis, menjadi salah satu sumber gula tambahan yang mudah dikonsumsi tanpa disadari.
Jika dikonsumsi berlebihan, gula tambahan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk kenaikan berat badan, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Asupan yang tinggi juga dapat mengambil porsi kalori harian yang seharusnya bisa dipenuhi dari makanan bernutrisi.
Karena itu, memperhatikan jumlah gula menjadi langkah sederhana untuk menjaga pola makan lebih seimbang. Bukan berarti harus langsung menjalani pola makan serba tanpa gula.
Fokus utamanya adalah mengurangi gula tambahan secara realistis, sambil tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan utuh. Dengan memahami perbedaan gula alami dan gula tambahan, pilihan sehari-hari bisa dibuat lebih sadar tanpa menganggap semua rasa manis sebagai sesuatu yang harus dihindari dalam keseharian.
Cari Alternatif Minuman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375233/original/057371700_1792135730-erick-chevez-WSD3UnbB6ZI-unsplash.jpg)
Perbesar
Mengurangi es kopi susu gula aren akan terasa lebih mudah jika penggantinya tetap menarik. Air putih bisa menjadi pilihan utama, sementara teh tanpa pemanis, teh dingin dengan irisan buah, atau kopi dengan sirup lebih sedikit dapat memberi variasi.
Bagi yang ingin mengurangi kafein, kopi tanpa kafein juga bisa dipertimbangkan. Minuman rendah gula dan tanpa gula kini menawarkan beragam pilihan bagi mereka yang ingin lebih memperhatikan kesehatan.
Teh dengan perpaduan aroma yang berbeda, minuman bersoda tanpa gula, hingga kopi rendah kafein bisa menjadi alternatif sesuai selera. Saat membeli minuman di kafe, mintalah tingkat kemanisan lebih rendah atau pilih ukuran lebih kecil.
Minuman berlabel buah pun belum tentu rendah gula, sehingga komposisinya tetap perlu diperhatikan. Kuncinya bukan sekadar memilih produk berlabel sehat, melainkan mencari opsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari.
Biasakan Lidah dengan Rasa yang Tidak Terlalu Manis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375234/original/040289900_1792135732-kelly-sikkema-dELu6g1RWW8-unsplash.jpg)
Perbesar
Mengurangi gula tidak harus dilakukan secara drastis. Jika terbiasa memesan minuman sangat manis, mulailah dengan mengurangi jumlah sirup atau gula sedikit demi sedikit.
Perubahan bertahap membantu lidah menyesuaikan diri sehingga rasa yang lebih ringan perlahan terasa tetap nikmat. Kebiasaan ini bisa diterapkan saat membuat minuman sendiri.
Gunakan lebih sedikit pemanis, lalu tambahkan aroma kayu manis atau jahe untuk memberi karakter rasa. Buah utuh juga bisa memberi rasa manis alami sekaligus menyediakan serat.
Jangan menjadikan satu kali minum manis sebagai alasan untuk menyerah. Pola konsumsi terbentuk dari kebiasaan berulang, sehingga perubahan kecil yang konsisten lebih realistis daripada aturan ketat yang sulit dipertahankan.
Menikmati minuman favorit sesekali bukan berarti gagal, yang penting adalah memperhatikan frekuensi dan jumlah gula secara keseluruhan.
Periksa Gula yang Tersembunyi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375235/original/055701600_1792135733-rey-joson-byh0LHJFvjg-unsplash.jpg)
Perbesar
Mengurangi gula bukan hanya soal memilih minuman manis. Gula tambahan juga terdapat dalam produk yang tidak selalu terasa seperti makanan penutup, misalnya yoghurt berperisa, sereal sarapan, saus, dan makanan kemasan.
Karena itu, membiasakan diri membaca label menjadi langkah penting saat berbelanja. Periksa jumlah gula per sajian dan pastikan ukuran sajian sesuai dengan porsi yang dikonsumsi.
Jika satu kemasan berisi beberapa sajian, jumlah gula yang masuk bisa lebih besar dari perkiraan ketika seluruh kemasan dihabiskan. Perhatikan juga daftar bahan, sebab gula tambahan dapat ditulis dengan nama berbeda, seperti sirup, sukrosa, atau dekstrosa.
Membaca label membantu membandingkan produk sebelum membeli. Pilih produk dengan gula tambahan lebih rendah jika tersedia, tanpa mengabaikan kandungan gizi lainnya. Dengan begitu, keputusan konsumsi tidak hanya bergantung pada klaim di kemasan, tetapi juga pada informasi yang tercantum.