Gempa NTT, Gubernur: Perayaan kemerdekaan RI dilaksanakan sederhana

2026/08/17

Gempa NTT, Gubernur: Perayaan kemerdekaan RI dilaksanakan sederhana

Senin, 17 Agustus 2026 13:19 WIB

Image Print

Gubernur NTT Melki Laka Lena saat mengikuti upacara memperingati HUT RI di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Laka Lena mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di NTT tahun ini dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.

“Ini bagian dari kami turut merasakan kondisi yang terjadi di Pulau Flores,” katanya usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kupang, Senin.

Ia mengatakan Pemprov NTT tidak menyelenggarakan kegiatan seremonial maupun pesta rakyat setelah upacara. Upacara penurunan bendera pada Senin (17/8) sore juga dilaksanakan secara sederhana tanpa acara tambahan, termasuk tanpa tos kenegaraan.

Menurut dia, kebijakan tersebut sekaligus menjadi upaya mengalihkan perhatian dan sumber daya pemerintah untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak gempa di Flores.

“Setelah acara ini tidak ada agenda yang lain, langsung kita bubar. Masing-masing koordinasi dengan instansinya masing-masing, dengan jalurnya, untuk persiapan penanganan mulai siang hari ini dan seterusnya,” katanya.

Melki juga mengimbau seluruh kepala daerah di daratan Flores tetap melaksanakan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI meskipun secara sederhana dan hanya berupa upacara bendera.

Di sisi lain, Pemprov NTT tetap mempertahankan pelaksanaan Pameran Pembangunan Provinsi NTT karena kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 600 pelaku UMKM dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya dari pameran tersebut.

Namun, pelaksanaan pameran diarahkan menjadi bagian dari gerakan solidaritas bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Keuntungan dan donasi yang terkumpul akan turut diarahkan untuk membantu penanganan bencana di Flores.

“Pada akhir pelaksanaan pameran nanti akan diumumkan berapa total donasi yang berhasil dihimpun dari masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya untuk kita salurkan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Flores,” ujarnya.

Di tengah kondisi duka terhadap Flores, tersebut, Melki mengajak masyarakat NTT tetap optimistis dan menjadikan semangat kemerdekaan sebagai kekuatan untuk menghadapi bencana.

Ia mengingatkan kembali pentingnya semangat gotong royong yang menjadi bagian dari perjuangan bangsa, termasuk gagasan Bung Karno yang pernah dirumuskan di Ende, NTT.

“Dengan semangat gotong royong kita bisa melewati badai sejarah apa pun. Yang penting bersama-sama dan gotong royong,” tegasnya.

Sementara itu,, - Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara sederhana, mengingat bangsa Indonesia tengah berada dalam situasi keprihatinan usai gempa besar yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

"Di peringatan Hari Kemerdekaan kali ini, bangsa Indonesia sedang berada dalam suasana keprihatinan atas bencana gempa bumi yang baru saja terjadi di NTT,” kata Puan di Jakarta, Senin.

Untuk itu, Puan mengajak seluruh masyarakat Indonesia guna mendoakan para korban bencana dan berharap pemulihan terhadap daerah bencana bisa dilakukan sesegera mungkin.

Pada upacara HUT Ke-81 Republik Indonesia, dia pun mengenakan kebaya modern berwarna putih dan kain merah.

Selain itu, dia juga memadukan kebayanya dengan selendang tenun khas NTT bernuansa warna hitam sebagai simbol dukacita atas bencana gempa bumi.

"Kebaya modern. Ini (selendang tenun) NTT," katanya.

Puan duduk bersebelahan dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Podium itu berada di sisi kanan podium Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
ke
Penegasan ini disampaikan langsung di sela Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur: Perayaan kemerdekaan di NTT dilaksanakan secara sederhana

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.