Gempa 5,9 SR, LRT Jabodebek Cek Kondisi Jalur dan Persinyalan

2026/09/12

Esha Tri Wahyuni

| 12 September 2026, 09:44 WIB

Gempa 5,9 SR, LRT Jabodebek Cek Kondisi Jalur dan Persinyalan

Pemeriksaan prasarana LRT Jabodebek dilakukan untuk memastikan jalur, sistem persinyalan, stasiun, hingga prasarana pendukung lainnya tetap aman

AKURAT.CO Gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter (SR) yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan prasarana LRT Jabodebek.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jalur, sistem persinyalan, stasiun, hingga prasarana pendukung lainnya tetap aman. Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan yang berdampak terhadap keselamatan maupun kelancaran perjalanan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan, pemantauan dilakukan segera setelah informasi gempa diterima. Petugas di Operating Control Center (OCC) berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk mengecek kondisi prasarana.

Baca Juga: Kesiapan Sudah Matang, Pramono Target LRT Kelapa Gading-Manggarai Diresmikan Bulan Ini

"Setelah menerima informasi gempa, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman," ujar Radhitya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Gempa tersebut terjadi pada pukul 04.23 WIB. Menurut Radhitya, pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek mulai dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB.

Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan kerusakan maupun kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan penumpang dan kelancaran operasional. "Petugas memastikan bahwa perjalanan LRT Jabodebek tetap dapat beroperasi normal," katanya.

Dalam proses pemantauan, LRT Jabodebek juga menggunakan Seismic Detection Alarm System (SDAS). Sistem tersebut berfungsi memberikan informasi mengenai dampak getaran gempa terhadap prasarana sehingga dapat menjadi salah satu acuan bagi petugas dalam menentukan pemeriksaan dan tindak lanjut.

Radhitya mengatakan informasi mengenai gempa tetap ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan langsung terhadap prasarana, meskipun pada akhirnya tidak ditemukan gangguan terhadap operasional.

"LRT Jabodebek memastikan setiap informasi terkait gempa ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana. Keselamatan perjalanan dan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi," ujarnya.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, operasional LRT Jabodebek pada Sabtu (12/9/2026) tetap berjalan normal dan tidak terdapat laporan kerusakan prasarana yang mengganggu perjalanan.