Jakarta (ANTARA) - Ketika banyak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) masih menyiapkan operasional atau mengembangkan usahanya, KDMP Bentangan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, justru telah melangkah lebih jauh.
Koperasi yang baru berdiri sekitar setahun itu sudah mampu menggaji dua pegawainya, masing-masing Rp1,5 juta per bulan, dari hasil penjualan berbagai barang kebutuhan sehari-hari seperti sembako, pupuk, dan elpiji.
Dengan omzet per bulan sekitar Rp40 juta dan laba sekitar Rp7 juta, KDMP Bentangan mulai menunjukkan bahwa koperasi desa tidak hanya menjadi wadah berhimpun para anggotanya, tetapi juga mampu menjalankan bisnis yang menghasilkan manfaat ekonomi.
Usahanya pun terus berkembang. Pada awal operasional, sebagian besar barang yang dijual masih menggunakan sistem konsinyasi atau titip jual. Kini seluruh stok barang telah dibeli menggunakan modal sendiri.
KDMP Bentangan menjadi salah satu contoh koperasi desa (kopdes) yang keberadaan dan manfaatnya sedang didorong pemerintah di seluruh negeri melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Baca juga: Kemenkop: Manajer KDKMP harus pahami potensi dan kebutuhan desa
Peran kopdes kelak tidak lagi terbatas sebagai badan usaha milik anggota, tetapi juga disiapkan menjadi simpul distribusi barang-barang bersubsidi sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Arah kegiatannya semakin jelas setelah Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Koperasi ke-79 12 Juli 2026 menyatakan bahwa seluruh barang bersubsidi nantinya akan disalurkan melalui kopdes.
Dengan kebijakan itu, pemerintah ingin memangkas rantai distribusi yang panjang, mencegah penyelewengan, dan memastikan bantuan dan subsidi diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.
Selain menjadi penyalur barang subsidi, pemerintah juga menyiapkan kopdes sebagai pusat layanan masyarakat.
Kopdes akan dilengkapi dengan apotek yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau, layanan logistik lewat Pos Indonesia, hingga gerai pembiayaan mikro dan ultra mikro melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.