Di Malaysia, DPLN Gekrafs akan menaungi 21 sub-sektor ekonomi kreatif, termasuk empat sub-sektor baru, yakni modifikasi otomotif, teknologi baru, konten digital, dan sulih suara.
Jakarta (ANTARA) - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus memperluas jaringan ekonomi kreatif Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan Malaysia dan kawasan ASEAN, setelah dilantiknya Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gekrafs Malaysia
“Keberadaan DPLN Malaysia diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha kreatif, membuka lapangan kerja, serta memperluas keberadaan produk dan karya kreatif Indonesia di pasar internasional,” kata Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan Gekrafs menyusun Asta Karya, delapan program strategis untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju pertumbuhan ekonomi delapan persen.
“Penguatan ekosistem ekonomi kreatif juga didukung dengan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi kreatif yang memenuhi persyaratan,” kata dia.
Sementara iKetua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu menilai Malaysia memiliki posisi strategis karena memiliki kedekatan budaya dan karakter masyarakat dengan Indonesia.
“Kami memiliki banyak kesamaan budaya dan perilaku masyarakat dan hadirnya DPLN Gekrafs Malaysia, kita dapat saling bertukar informasi dan peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian kedua negara,” kata dia.
DPLN Gekrafs di berbagai negara akan terus diperluas dan hingga akhir 2026 ditargetkan sekitar 20 DPLN hadir di berbagai negara sebagai bagian dari upaya membuka jaringan internasional bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Di Malaysia, DPLN Gekrafs akan menaungi 21 sub-sektor ekonomi kreatif, termasuk empat sub-sektor baru, yakni modifikasi otomotif, teknologi baru, konten digital, dan sulih suara.
Sementara itu Ketua DPLN Gekrafs Malaysia, Rika Amelia Rush mengatakan pihaknya ingin menjadikan DPLN bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai penghubung antara pelaku usaha kreatif Indonesia dan Malaysia.
“Kami bertekad menjadikan DPLN Gekrafs Malaysia tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai akselerator bisnis yang nyata,” ujar Rika.
Sejumlah peluang kolaborasi yang disiapkan mencakup produksi bersama film dan animasi, penyelenggaraan event, pengembangan kuliner dan waralaba, fesyen, kriya, kecantikan, hingga pengembangan aplikasi, gim, dan talenta digital.
Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan Creative Talk, Mini Product Showcase, dan Business Matching yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, komunitas, serta dunia usaha dari Indonesia dan Malaysia.
Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo menilai kehadiran DPLN GEKRAFS Malaysia dan Indonesia, membuka ruang sinergi lebih lanjut.
“KBRI Kuala Lumpur hadir dan siap untuk terus bersinergi dengan Gekrafs dalam mengidentifikasi peluang serta mendorong tindak lanjut kerja sama,” ujar Iman.
Ia menekankan pentingnya peran diaspora Indonesia di Malaysia sebagai penghubung bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar Malaysia.
Menurutnya diaspora dapat menjadi jembatan untuk memahami karakter pasar, menemukan mitra, sekaligus membangun kepercayaan dalam kerja sama bisnis kedua negara.
“Kehadiran DPLN Gekrafs diharapkan tidak berhenti pada pertukaran ide, tetapi berkembang menjadi kolaborasi bisnis, perluasan pasar, investasi, serta penguatan talenta kreatif di tingkat ASEAN,” kata dia.
Sebelumnya DPP Gekrafs melantik Rika Amelia sebagai Ketua DPLN Gekrafs Malaysia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Baca juga: GEKRAFS Australia resmi dilantik, pasar global makin terbuka lebar
Baca juga: GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.