Gedung Putih Rilis Game Kontroversial, Gamer Diajak Usir Imigran

2026/09/06

Jakarta -

Pemerintahan Donald Trump meluncurkan website khusus berisi game arcade untuk mempromosikan kebijakan utamanya. Salah satunya adalah game di mana gamer diajak mendeportasi imigran gelap.

Website arcade.gov yang diluncurkan Gedung Putih berisi lima game online yang gameplay-nya mirip seperti game legendaris. Seperti game 'Build the Wall' yang mirip Tetris tapi gamer diajak membangun tembok untuk melindungi perbatasan.

Di game 'Rio Run' yang mirip game mobile Snake, sebuah ikon yang menyerupai Trump berlarian mengumpulkan dan mengusir calon imigran yang akan menyeberangi perbatasan Rio Grande untuk mendapatkan skor deportasi tertinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikon mirip Trump itu mengejar imigran dengan warna kulit coklat, hitam, dan putih. Ketika pemain menangkap salah satu imigran, mereka tiba-tiba berganti pakaian menjadi pakaian terusan berwarna oranye seperti tahanan dan mengikuti pemain dari belakang.

Di game 'Supply Line', yang terlihat seperti versi sederhana game Tapper, makanan bergerak di sepanjang jalur produksi dan gamer harus menolak makanan yang tidak memenuhi standar 'Make America Healthy Again'.

Dua game lainnya berlatar langit Washington D.C. Di game 'Flappy Bill', dengan gameplay mirip Flappy Bird, seekor elang membawa rancangan undang-undang melintasi National Mall.

Di game 'Trump Savings Tycoon', gamer ditugaskan mengumpulkan uang yang terbang di udara untuk mengisi 'Rekening Trump' milik anak-anak, merujuk kepada program tabungan pemerintah yang menawarkan USD 1.000 kepada setiap anka yang lahir selama masa jabatan Trump.

Gedung Putih mempromosikan website arcade.gov lewat postingan di media sosial dengan serangkaian animasi yang memparodikan loading screen Xbox, PlayStation, dan Nintendo. Dalam salah satu unggahannya, logo Sega diubah menjadi 'MAGA' mengikuti slogan 'Make America Great Again'.

[Gambas:Twitter]

Sebagian gamer yang memainkan game ini mengunggah skor mereka di media sosial, sementara netizen yang kontra Trump mempertanyakan prioritas pemerintah mengingat perang Iran yang masih berlangsung dan tingginya biaya hidup.

"Ini adalah upaya untuk lebih memperjelas perbedaan antara budaya yang penuh kesenangan dan kemenangan dengan visi sosial gelap yang dimiliki Partai Demokrat untuk Amerika," kata petinggi Gedung Putih, seperti dikutip dari CNN, Minggu (6/9/2026).

(vmp/vmp)

TAGS

LIHAT LAINNYA