Garap 5 Proyek Tol, Jasa Marga (JSMR) Proyeksi Capex Tembus Rp12 T

2026/09/09

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (capex) investasi hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp12 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional dan pemeliharaan serta investasi pembangunan sejumlah jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, realisasi serapan capex hingga saat ini telah mencapai Rp4,4 triliun. Menurutnya, penyerapan capex hingga akhir tahun masih sangat bergantung pada perkembangan dan realisasi pembangunan di lapangan.

Rivan menjelaskan Jasa Marga tengah menggarap lima proyek jalan tol baru pada 2026 yang pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

"Lima proyek yang baru ini digerjakan secara bertahap dan kami harapkan mulai beroperasional beberapa di tahun 2006," ungkap Rivan dalam Konferensi Pers Public Expose Live, Rabu, (9/9/2026).

Salah satu proyek tersebut adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan yang saat ini memasuki tahap penyelesaian. Jalan tol tersebut nantinya akan terintegrasi dengan Tol Purbaleunyi maupun Jalan Tol JORR II.

Kedua, Jasa Marga juga tengah membangun Tol Akses Patimban sepanjang 14 kilometer. Pembangunan jalan tol tersebut merupakan bagian dari kewajiban Jasa Marga dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2028.

Ketiga, JSMR menggarap Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Adapun Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo saat ini memasuki tahap penyelesaian dan diharapkan memperoleh sertifikat laik operasi (SLO) pada akhir September 2026.

"Lalu juga seksi 6 Ambawara-Bawen yang masuk fase uji layak dan operasi yang diharapkan beroperasi akhir 2026 ini," kata dia.

Keempat, pada Jalan Tol Yogyakarta-Solo, JSMR melaporkan segmen Kartosuro-Palur telah beroperasi. Sementara segmen Purwomartani-Maguwoharjo saat ini masih dalam tahap konstruksi, sedangkan segmen Ring Road Sleman ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.

Proyek lainnya adalah Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi atau Probowangi sepanjang 49,68 kilometer. Pada proyek tersebut, Seksi 3 Paiton-Besuki telah selesai dan perseroan menargetkan persiapan operasional dapat dilakukan pada akhir 2026 atau awal 2027.

Dari sisi kinerja, hingga semester I/2026, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun atau tumbuh 7,6% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun yang naik 6,8% yoy serta pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar yang melonjak 17,6% yoy.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong profitabilitas perseroan dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun atau tumbuh 2% yoy.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]