Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 meluncur, apa saja yang baru?
Jumat, 24 Juli 2026 06:30 WIB
Jam tangan pintar (smartwatch) Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 yang dipamerkan di Jakarta, Kamis (23/7/2026). ANTARA/Pamela Sakina
Jakarta (ANTARA) - Samsung Electronics Indonesia baru-baru ini meluncurkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9, dengan memberikan peningkatan di sejumlah aspek mulai dari kapasitas baterai, performa, hingga fitur pemantauan kesehatan berbasis kecerdasan artifisial (AI), sebagai bagian dari penyegaran lini smartwatch terbarunya.
"Kalau teman-teman yang sudah menggunakan Watch Ultra kemarin, sekarang rasanya jauh lebih ringan. Secara desain, secara ketebalan hanya 12 persen lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi lebih ringan, tapi kapasitas baterainya bahkan kita berikan lebih besar lagi, sampai dengan 35 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya," ujar Head of MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan di Jakarta, Kamis.
Selain pembaruan desain, Samsung untuk pertama kalinya menyematkan chipset Snapdragon Wear Elite pada Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9. Menurut Ilham, penggunaan chipset tersebut meningkatkan respons perangkat sekaligus akurasi GPS, terutama saat digunakan untuk aktivitas luar ruang seperti trail running.
Menurut Ilham, peningkatan tersebut membuat akurasi GPS lebih baik, terutama saat digunakan untuk aktivitas luar ruang seperti trail run. Pengguna juga dapat mengunggah berkas GPX sehingga jam tangan tetap dapat menampilkan rute dan informasi elevasi meski berada di area dengan sinyal seluler yang terbatas.
"Di gunung misal, kalau trail run, sinyal umumnya tidak stabil, tapi dengan Watch Ultra 2 dan chipset terbaru, kita bisa mengunggah GPX filenya. Jadi kalau kita offline pun, dengan watch ini, kita bisa men-track rute kita, kemudian juga elevation. Namanya trail run, kita tidak tahu medan di depannya, dengan adanya GPX file yang kita bisa unggah sejak awal, itu kita bisa tahu elevation ke depannya. Tidak perlu takut sinyal hilang, karena akurasi sudah semakin baik," jelas Ilham.
Di sisi perangkat lunak, Samsung memperbarui aplikasi Samsung Health dengan menghadirkan fitur Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna memantau kondisi tubuh, mengevaluasi intensitas latihan, hingga memberikan rekomendasi kapan sebaiknya beristirahat atau kembali berolahraga berdasarkan data kesehatan yang dihimpun perangkat.
Sementara itu, Samsung juga memperbarui Galaxy Watch 9 dengan menghadirkan chipset Snapdragon Wear Elite yang diklaim mampu meningkatkan performa sekaligus efisiensi daya. Smartwatch tersebut juga dibekali baterai berkapasitas 390mAh untuk varian 40 mm dan 445mAh pada varian 44 mm, layar dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, serta teknologi silicon carbon battery. Samsung juga menyematkan desain cushion yang disempurnakan dan strap baru yang diklaim lebih nyaman digunakan sepanjang hari.
Galaxy Watch Ultra 2 dipasarkan dengan harga Rp10.499.000. Sementara Galaxy Watch 9 tersedia dalam ukuran 44 mm seharga Rp6.499.000 dan ukuran 40 mm seharga Rp5.969.000.
Selama masa pre-order hingga 13 Agustus 2026, Samsung menawarkan sejumlah penawaran khusus, termasuk program trade-in (tukar tambah), cicilan mulai Rp160 ribu per bulan, bonus metal band untuk Galaxy Watch Ultra 2, serta langganan Strava Premium selama 60 hari.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 meluncur, apa saja yang baru?
Pewarta : Pamela Sakina
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026