Galangan Kapal BUMN Usia 116 Tahun Dipailitkan, INSA dan Iperindo Serukan Keberpihakan Bagi Industri Pelayaran

2026/07/17

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:54 WIB

Jakarta, VIVA – Industri pelayaran dan industri galangan kapal nasional menyampaikan keprihatinannya atas pailitnya PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS), sebagai galangan kapal BUMN bersejarah panjang di Indonesia berusia 116 tahun.

Baca Juga

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA), Carmelita Hartoto mengatakan, pailitnya PT DPS menjadi alarms bagi pemerintah maupun pelaku industri kapal, bahwa galangan kapal membutuhkan dukungan kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengingat bahwa keberadaan industri galangan bagi negara kepulauan seperti Indonesia, sangat strategis dalam rangka mendukung sistem logistik nasional," kata Carmelita dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.

Baca Juga

Carmelita Hartoto, Ketua DPP Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional

Photo :

Dia mengatakan, penguatan industri galangan kapal nasional merupakan salah satu prasyarat utama, untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat. Karenanya, Carmelita pun mengaku sangat prihatin atas pailitnya PT DPS tersebut.

Baca Juga

"Dinamika yang dihadapi DPS menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan nasional dalam membangun industri galangan kapal yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Carmelita, industri galangan memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri pada umumnya. Galangan merupakan industri padat modal, padat karya, membutuhkan investasi jangka panjang dengan waktu balik modal yang relatif lama, serta harus memenuhi berbagai standar keselamatan dan klasifikasi internasional. 

Karena karakter tersebut, Carmelita menekankan bahwa pengembangan industri galangan memerlukan dukungan kebijakan yang berkesinambungan, agar galangan kapal nasional mampu bersaing dengan negara-negara lain seperti misalnya Tiongkok dan Korea Selatan, yang jelas-jelas memberikan keberpihakan kuat terhadap sektor tersebut. 

Dia menilai, sebenarnya Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmen dan political will yang kuat, dalam membangun industri galangan nasional. Namun, komitmen tersebut perlu diimplementasikan ke dalam kebijakan yang benar-benar mendukung galangan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Political will pemerintah sudah terlihat. Tantangannya sekarang adalah implementasi komitmen tersebut menjadi kebijakan yang mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi industri galangan, mulai dari bahan baku hingga pembiayaan,” ujarnya.

Senada, Ketua Umum Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Anita Puji Utami menilai, kepailitan PT DPS merupakan alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan, yang mengingatkan bahwa industri galangan kapal nasional tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Halaman Selanjutnya

"Hilangnya salah satu galangan bersejarah bukan hanya persoalan satu perusahaan, tetapi juga menyangkut hilangnya kapasitas industri, keahlian tenaga kerja, dan rantai pasok nasional yang telah dibangun selama puluhan tahun," kata Anita.