Jakarta, CNN Indonesia --
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mendesak operator liiga, I.League, menuntaskan tunggakan gaji pemain sebelum kompetisi bergulir.
Hal tersebut disampaikan Legal Officer APPI, Muhammad Agus Riza Hufaida. Ia menyoroti masalah tunggakan gaji pemain masih terjadi dalam semua strata Liga Indonesia.
Ia mendesak persoalan gaji ini selesai sebelum liga musim 2026/2027 bergulir.Menurutnya, masalah gaji tak boleh terjadi di tengah upaya menaikkan level kompetisi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- Peralta Antar Persib Habisi Manila Digger 1-0 dan Lolos ke ACL 2
- Klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 usai Australia Hajar Laos
- Kata-kata Peralta usai Jadi Pahlawan Persib Lolos ke ACL 2
"Kami ingin menyampaikan evaluasi di musim 2025/2026, yang kami sayangkan adalah ketika berpikir liga naik kelas, tapi masalah gaji masih terjadi di Liga 1 [Super League]."
"Ketika bawa-bawa liga naik kelas, tapi masalah dasar seperti itu masih ada. Harusnya ini sudah kita tinggalkan sejak lama," kata Agus dalam diskusi Water Break PSSI Pers di Jakarta, Senin (31/8).
Agus berpendapat, masalah gaji mesti dimitigasi oleh klub peserta. Ini karena jadwal kompetisi sudah padu disusun oleh operator liga yakni I.League setelah musim kompetisi berakhir.
Menurutnya, masalah gaji yang berlarut-larut bakal memengaruhi performa tim. Ini terjadi pada PSBS Biak yang akhirnya degradasi ke Championship 2026/2027.
[Gambas:Video CNN]
"PSBS Biak ini masalahnya empat bulan sebelum musim berakhir sudah terjadi [tunggakan gaji]. Kami sudah memperingatkan bahwa itu bisa dicegah, tapi sampai ujung belum ada solusinya," ucap Agus.
Agus pun meminta klub menyelesaikan persoalan gaji ini. Sebab, hingga kurang dari sepekan sebelum kompetisi berlangsung, APPI masih mengantongi laporan masalah yang berkaitan dengan upah.
"Kami berharap masalah gaji itu sudah bisa kita tinggalkan dan tidak terjadi lagi di musim depan, terkait liga kita untuk naik kelas," katanya dalam diskusi bertema 'Membawa Liga Naik Kelas.
"Pada saat ini di APPI, total kasus di kami dari laporan sampai putusan dari NDRC ada 28 klub dengan 303 pemain dan total Rp14 miliar," ujarnya menambahkan.
(ikw/abs)