Gafur Siregar, polisi pengawal pangan wujudkan Asta Cita Presiden - ANTARA News Kalimantan Selatan

2026/07/17

Gafur beberapa kali memimpin pengungkapan kasus menonjol terkait pidana sektor pangan

Banjarmasin (ANTARA) - Penguatan ketahanan pangan menjadi program prioritas pemerintah dalam mendukung visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memimpin negeri ini periode 2024–2029.

Polri sebagai lembaga negara hadir berada di garis depan menjadi trigger melaksanakan perintah presiden di bidang ketahanan pangan.

Dengan semangat pengabdian tanpa batas, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol M Gafur Aditya Harisada Siregar menyadari betul pentingnya Asta Cita untuk diwujudkan.

Satgas Pangan Polda Kalsel yang dipimpinnya terus bergerak mengawal program pangan baik dari sisi distribusi maupun penegakan hukum hingga memastikan ketersediaan bahan pokok dan penting di tingkat konsumen.

Peran Satgas Pangan Polda Kalsel sangat besar dalam mengawal keamanan distribusi barang pokok dan penting yang disubsidi pemerintah.

Di antaranya pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani hingga pengawasan penjualan bahan pangan lainnya mulai tingkat distributor hingga pedagang ke konsumen.

Dalam penegakan hukum, Gafur beberapa kali memimpin pengungkapan kasus menonjol terkait pidana sektor pangan hingga menyelamatkan kebocoran keuangan negara akibat subsidi yang diselewengkan.

Di antaranya menyelamatkan petani dari upaya penyelewengan 11.500 kilogram atau 11,5 ton pupuk bersubsidi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Pupuk bersubsidi ini harusnya diberikan kepada petani yang berhak alias sudah terdata, namun oleh tersangka dijual ke luar wilayah kabupaten dengan harga tinggi.

Kemudian membongkar praktik pemalsuan pupuk NPK merk Mahkota Fertilizer yang diisi pupuk merk Phonska Max di Banjarbaru.

Keberhasilan membongkar praktik curang pemalsuan pupuk itu krusial menyelamatkan petani dari penggunaan pupuk yang kandungannya tidak sesuai kemasan hingga menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi produksi.

Polda Kalsel juga menyita 13.500 sak pupuk isi 50 kilogram merek Gajah Hitam Sakti produksi PT. Satria Gunung Sakti, Jawa Timur tanpa izin Kementerian Pertanian di pergudangan Banjarbaru.

Atas pengungkapan itu, 463.299 petani di Kalsel terselamatkan dari peredaran pupuk ilegal.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol M Gafur Aditya Harisada Siregar saat memimpin pengungkapan pemalsuan minyak goreng subsidi. (ANTARA/Firman)

Tak hanya pupuk, Gafur memimpin pengungkapan peredaran minyak goreng subsidi diduga palsu dan tidak sesuai takaran dengan menyita lebih dari 3 ton produk kemasan MinyaKita di Banjarmasin.

Saat memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Penindak Penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi, Gafur berhasil mengungkap Rp12,4 miliar kerugian negara yang ditimbulkan akibat dari penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi alias praktik ilegal distribusi energi selama kurun waktu 29 hari terhitung 6 April hingga 4 Mei 2026.

Atas serangkaian keberhasilan penegakan hukum ini, Polda Kalsel menjadi percontohan (pilot project) penerapan sistem integrasi data berkelanjutan dalam penanganan kejahatan sektor pangan yang digagas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Pilot project ini berfokus pada strategi analisis kejahatan di sektor pangan secara kolaboratif dengan mengedepankan data terintegrasi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol M Gafur Aditya Harisada Siregar. (ANTARA/Firman)

Selain penegakan hukum, Gafur juga gencar membantu Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) lewat Gerakan Pangan Murah.

Kalsel tercatat tinggi realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 8.428 ton atau 74,81 persen dari penugasan.

Kinerja cemerlang Satgas Pangan Polda Kalsel dalam mengimplementasikan Asta Cita mendapatkan apresiasi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ketika kunjungan kerjanya di Mapolda Kalsel di Banjarbaru pada 21 Agustus 2025.

Di tingkat daerah, penghargaan diterima dari Gubernur Kalsel H Muhidin atas keberhasilan mengawal swasembada jagung. 

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan beserta jajaran Satgas Pangan Polda Kalsel dinilai telah membantu mencapai produktivitas jagung yang meningkat 35 persen sepanjang masa panen tahun 2025.

Kalsel pun terbaik nasional dalam Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2025 dengan nilai 81,98 persen berdasarkan penilaian oleh Badan Pangan Nasional.

Setelah bertugas sejak Desember 2023 sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, Gafur selaku alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 kini bersiap meneruskan pengabdian berikutnya.

Mantan Kapolres Kotabaru ini dimutasi dalam rangka mengikuti Pendidikan Pengembangan Pimpinan Tinggi (Dikbangti) berdasarkan Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 25 Juni 2026.

Kursi jabatan tersebut akan diisi oleh Kombes Pol Sigit Haryono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Reskrimum Polda NTT.

Selamat mengikuti pendidikan Gafur Siregar sang  Perwira berprestasi. Polda Kalsel bangga dengan pengabdianmu yang Presisi mewujudkan semangat Polri untuk masyarakat.

Pewarta: Firman
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.