FWK Kecam Penurunan Merah Putih di Aceh, Minta Polisi Usut Pelaku

2026/08/16

Bagikan:

JAKARTA - Forum Wartawan Kebangsaan atau FWK mengecam penurunan bendera Merah Putih dan perusakan lambang Garuda Pancasila di Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus. FWK meminta aparat mengusut dan memproses hukum pihak yang terlibat.

Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane mengatakan peristiwa itu terjadi seusai doa bersama peringatan 21 tahun Perdamaian Aceh di Masjid Raya Baiturrahman.

Menurut keterangan FWK, sejumlah orang mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka atau GAM setelah menurunkan Merah Putih. FWK juga menyebut lambang Garuda Pancasila diturunkan dan diinjak di Pendopo Gubernur Aceh.

“Tindakan mereka telah merendahkan, menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia, bangsa Indonesia, serta masyarakat Indonesia pada umumnya,” kata Raja dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus.

FWK meminta kepolisian dan aparat terkait bertindak tegas serta memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

VOIR éGALEMENT:


Pendiri FWK Hendry Ch Bangun mengatakan masyarakat memiliki hak menyampaikan kritik dan ketidakpuasan terhadap pemerintah maupun pejabat negara. Namun, menurut Hendry, penyampaian aspirasi tidak boleh dilakukan dengan merusak lambang negara.

“Menurunkan bendera Merah Putih yang dikibarkan secara sah di tempat semestinya, lalu melecehkannya, kemudian merusak dan melepas dari tempatnya dan menginjak-injak lambang negara Garuda Pancasila, melukai harga diri rakyat Indonesia,” kata Hendry.

Sekretaris FWK Budi Nugraha menyampaikan pandangan serupa.

“Kita boleh kecewa dengan pemerintahan. Tetapi, janganlah merusak dan menghina lambang negara kita,” ujarnya.

Budi meminta tindakan yang dapat memicu perpecahan di masyarakat dihindari.

Raja juga meminta aparat tidak hanya mengedepankan penindakan. Pemerintah, menurut Raja, perlu mendengar penyebab munculnya kekecewaan di masyarakat.

“Kalau ada kekecewaan dengan pemerintah, silakan disampaikan dengan mekanisme yang sudah diatur dalam undang-undang. Pemerintah juga harus mendengar keluh kesah rakyat,” katanya.

Ia menilai pendekatan persuasif tetap diperlukan agar akar persoalan dapat diketahui dan dicari penyelesaiannya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+