Senin, 3 Agustus 2026 - 19:24 WIB
VIVA – Seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) bernama Andriyono meninggal dunia saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran sampah di sebuah lahan.
Baca Juga
Insiden itu terjadi pada Sabtu, (1/8/2026) di Jalan Penggilingan Baru 1, RT 13/03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur sejak pukul 07.00 hingga 11.35 WIB.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Almarhum memiliki riwayat penyakit jantung, korban mengalami sesak napas dan pingsan di lokasi akibat menghirup asap tebal yang mengumpul di area pemadaman.
Baca Juga
Ketua RW 03, Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi mengungkapkan korban mendadak sesak napas dan pingsan di lokasi akibat terlalu banyak menghirup asap tebal.
“Posisi angin saat kejadian mengarah ke barat, membawa asap tebal ke arah petugas yang sedang bersiaga di sisi tersebut. Korban sempat pingsan di tempat akibat kehabisan oksigen,” kata Irman di lokasi kebakaran, pada Minggu (2/7/2026).
Baca Juga
Keinginan Andriyono
Petugas Damkar yang gugur, Andriyono
Photo :
- Instagram @damkarjakartatimur
Kisah haru Andriyono dengan rekan kerjanya terungkap pada akun Instagram @damkarjakartatimur, petugas yang gugur itu pernah mengungkapkan keinginannya pada 15 tahun lalu.
Dalam sebuah unggahan video disebutkan bahwa petugas yang akrab disapa Andri ini menginginkan dirinya meninggal dunia di lokasi kebakaran.
“Tahun 2011 di Marwil (Markas Wilayah), kita duduk bersama merangkai cita-cita. Saat giliranmu tiba, dengan tenang ku ucapkan kalimat yang membuat kami semua terhenyak: ‘Saya ingin meninggal dunia di lokasi kebakaran’,” tulis dalam akun Instagram tersebut.
“Waktu terus berjalan. Tahun demi tahun berlalu. Kita menjalani tugas, menghadapi panasnya kobaran api, asap yang menyelimuti langit, dan risiko yang selalu mengintai di setiap panggilan,” sambungnya.
Tak hanya itu, hari meninggalnya Andri tidak pernah terbayangkan oleh para rekannya. Mereka tak menyangka jika ucapan petugas damkar itu menjadi kenyataan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kita tertawa bersama, berbagi cerita, saling menguatkan ketika lelah, dan terus mengabdi tanpa pernah tahu kapan tugas terakhir akan datang,” ujarnya.
“1 Agustus 2026. Hari yang tidak pernah kami bayangkan. Hari ketika ucapanmu lima belas tahun silam berubah menjadi kenyataan. Kau pergi bukan saat beristirahat, bukan di rumah bersama keluarga, melainkan saat menjalankan menjalankan panggilan tugas. Di tempat yang selama ini kau pilih untuk mengabdikan hidupmu,” jelasnya.
Halaman Selanjutnya
Setelah Andriyono meninggal, rekan merasakan duka yang mendalam usai kehilangan seorang sahabat.