Film Terbaru Tom Cruise Digger Terpuruk di Box Office |Republika Online

2026/10/08

Tom Cruise saat berakting di film Digger. Film Digger diproyeksikan mengalami kerugian 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,6 triliun setelah gagal menarik penonton pada pekan pertama penayangannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film terbaru Tom Cruise, Digger, diproyeksikan mengalami kerugian 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,6 triliun setelah gagal menarik penonton pada pekan pertama penayangannya. Film garapan sutradara Alejandro G Inarritu tersebut hanya meraup 8 juta dolar AS dari bioskop Amerika Utara dan 20 juta dolar AS secara global pada debutnya.

Hasil itu menjadi salah satu debut terburuk dalam karier Cruise, sekaligus pembukaan domestik terendahnya dalam 19 tahun. Film tersebut juga hanya mendapatkan nilai C+ dari CinemaScore, demikian dilansir laman Deadline, Senin (5/10/2026).

Biaya produksi film Digger dilaporkan mencapai 160 juta dolar AS dan ongkos pemasaran global mendekati 100 juta dolar AS. Dengan pembukaan yang buruk, sejumlah sumber memperkirakan film ini berpotensi merugi sekitar 150 juta dolar AS, itu pun jika Digger cukup beruntung meraup 50 juta dolar AS di box office global.

Ironisnya, kegagalan Digger terjadi ketika Paramount Skydance tengah menyelesaikan proses akuisisi Warner Bros Discovery senilai 110 miliar dolar AS. Pengadilan distrik AS telah menyetujui transaksi tersebut dan Paramount menyatakan merger akan ditutup pada Selasa. PHK besar-besaran juga diperkirakan menyusul.

Kegagalan Digger terjadi setelah sejumlah film berbiaya tinggi juga mengalami nasib serupa pada era pascapandemi. Film The Smashing Machine yang dibintangi Dwayne Johnson hanya mengakhiri penayangannya dengan pendapatan global 21,1 juta dolar AS dari anggaran 50 juta dolar AS. Sementara Amsterdam (2022) yang dibintangi Margot Robbie, Christian Bale, dan John David Washington, hanya meraup 31,2 juta dolar AS secara global dari anggaran sekitar 80 juta dolar AS.

Film Digger sendiri berawal dari proyek yang dikembangkan sutradara Inarritu di Netflix. Saat itu, proyek tersebut masih menggunakan judul berbeda. Leonardo DiCaprio sempat mempertimbangkan untuk membintangi proyek tersebut.

Namun setelah Netflix memproduksi film satire lingkungan Don't Look Up garapan Adam McKay dengan anggaran 75 juta dolar AS, Inarritu menawarkan proyeknya ke Legendary dan produser Mary Parent. Di Legendary, proyek tersebut kemudian dikembangkan dengan Tom Cruise sebagai aktor utama yang diincar. Pada 2024, CEO Warner Bros Discovery David Zaslav berupaya mendapatkan Cruise setelah kesuksesan besar Top Gun: Maverick.

Tom Cruise pernah mengatakan kepada ABC News ia pertama kali mendengar mengenai proyek Digger sekitar delapan tahun lalu, setelah bertemu dengan Alejandro G Inarritu. Pertemuan tersebut bertepatan dengan hari pertama Cruise menjalani syuting Top Gun: Maverick.