Festival Lembutan wadah perluasan pasar tembakau Temanggung
Sabtu, 8 Agustus 2026 22:11 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan membuka Festival Lembutan 2026 dengan memukul gong di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Sabtu (8/8/2026). ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Pemkab Temanggung, Jawa Tengah menilai penyelenggaraan Festival Lembutan menjadi wadah strategis untuk memperluas pasar tembakau lokal.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Sabtu, menyampaikan penyelenggaraan Festival Lembutan yang memasuki tahun ketujuh mendapat apresiasi; dari tahun ke tahun festival ini dinilai semakin meriah dan pelaksanaannya semakin representatif bagi masyarakat.
Festival Lembutan ke-7 ini digelar di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 8-10 Agustus tahun 2026, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap budaya pertembakauan sekaligus upaya memperluas pasar tembakau lembutan di Temanggung.
Pelaksanaan festival diawali dengan kirab budaya yang diikuti seluruh lapisan masyarakat Desa Gentingsari dan Kecamatan Bansari. Dalam kirab tersebut, masyarakat membawa tujuh tumpeng sebagai simbol doa dan ungkapan rasa syukur. Selain itu, turut dibawa "cacak" yakni alat tradisional yang digunakan untuk merajang daun tembakau.
Festival Lembutan ini juga mengadakan lomba ngrajang dan nganjang tembakau, pertunjukan seni, UMKM, serta pasar lembutan.
Kegiatan kirab yang berlangsung meriah dan melibatkan masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan, sekaligus menjadi gambaran bahwa tembakau tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga telah melekat sebagai bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat Temanggung.
Menurut dia, festival ini sekaligus menjadi salah satu alternatif dalam memperluas pemasaran hasil tembakau. Selama ini, tembakau Temanggung banyak dikenal melalui jalur pembelian oleh industri atau pabrikan. Sementara melalui tembakau lembutan, petani memiliki alternatif untuk memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen.
Ia menyampaikan, pergerakan pasar tembakau lembutan dinilai semakin masif. Harga tembakau lembutan saat ini relatif representatif bagi petani, sementara festival tersebut menjadi salah satu dasar untuk melebarkan pasar tembakau.
Festival Lembutan ke-7, katanya, juga menjadi ruang untuk menampilkan budaya, tradisi, serta identitas masyarakat Temanggung yang selama ini lekat dengan pertanian tembakau.
Melalui festival tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan menghargai tembakau lembutan sebagai salah satu potensi lokal Temanggung yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya.
Ia berharap festival ini mampu menjadi momentum untuk memperkuat posisi tembakau lembutan, memperluas pasar, sekaligus menjaga tradisi dan kebanggaan masyarakat pertembakauan Temanggung agar semakin dikenal hingga ke tingkat yang lebih luas.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.