Ferdinand: Prabowo Tak Mau Diganggu oleh Kekuatan Politik Lain

2026/10/07

Rabu, 07 Oktober 2026, 10:10 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut memasuki titik baru. Politikus Ferdinand Hutahaean meyakini keduanya sudah tidak lagi berada dalam hubungan politik seperti sebelumnya, terutama setelah sejumlah perubahan besar terjadi dalam pemerintahan dalam sepekan terakhir. 

Ferdinand melihat pergeseran sejumlah pejabat hingga sejumlah momen yang melibatkan Prabowo, Jokowi, dan Gibran Rakabuming Raka sebagai rangkaian sinyal perubahan konstelasi kekuasaan. Menurut dia, Prabowo kini semakin menunjukkan posisi sebagai pemegang kendali utama pemerintahan.

“Cerita banyak orang bahwa hubungan Prabowo dengan Jokowi telah berakhir, saya yakini bukanlah sebuah cerita omong kosong dan bukan cerita isapan jempol. Saya meyakini sepenuhnya bahwa itu benar-benar terjadi, Prabowo dan Jokowi sudah selesai,," kata Ferdinand dalam keterangannya, dikutip Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Henri Subiakto: Nasib Gibran dan Dinasti Jokowi Kini Ada di Tangan Prabowo

Keyakinan tersebut, kata Ferdinand, tidak muncul tanpa alasan. Ia merujuk pada sejumlah perkembangan politik yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir.

“Saya melihat banyak fakta-fakta yang terjadi dalam seminggu terakhir, dimulai dari pencopotan Kapolri, pencopotan Menko Polhukam, pencopotan Qodari dari Bakom," ujarnya.

Tak hanya itu, Ferdinand juga menyoroti penggeseran sejumlah Kapolda serta pemindahan dua figur yang disebutnya sebagai kekuatan utama. 

“Penggeseran banyak Kapolda-Kapolda, diparkirnya dua kekuatan utama Listyo Sigit yaitu mantan Kabareskrim dan mantan Kabaintelkam ke KSP mengikuti Pak Listyo Sigit," lanjut dia.

Baca Juga: KPU Loloskan Gibran Tanpa Ijazah SMA, Bambang Widjojanto: Ini Kejahatan

Bagi Ferdinand, rangkaian perubahan tersebut menunjukkan Prabowo semakin menegaskan kendalinya sebagai kepala pemerintahan.

“Bagi saya ini adalah sebuah sikap tegas Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa dirinya adalah the real president," ungkapnya.

Ia menilai Prabowo ingin memastikan tidak ada kekuatan politik lain yang dapat mengintervensi jalannya pemerintahan.

“Prabowo adalah presiden sesungguhnya dan dia tidak mau diganggu oleh kekuatan-kekuatan apapun yang mencoba menjadi subordinasi kekuatan politik yang lain," imbuhnya.

Ferdinand kemudian menyoroti dua momen yang menurutnya semakin memperkuat kesimpulan tersebut, yakni peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan HUT ke-81 TNI. 

“Peristiwa yang terjadi pada saat hari peringatan Kesaktian Pancasila, Gibran seperti diabaikan, dan bukan seperti diabaikan, benar-benar diabaikan. Yang kedua, pada saat HUT TNI, Jokowi diabaikan benar-benar juga oleh Prabowo Subianto," sebutnya.

Dari rangkaian peristiwa tersebut, Ferdinand menyimpulkan Prabowo kini tidak lagi berada di bawah pengaruh Jokowi.

“Ini bagi saya adalah fakta yang menegaskan bahwa Prabowo telah menunjukkan bahwa dia tidak bisa diintervensi oleh Jokowi," tegasnya.

Ia bahkan menyambut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang positif karena melihat Prabowo semakin berani menunjukkan posisi kepemimpinannya.

“Ini adalah kebanggaan bagi saya sebagai seorang rakyat punya presiden yang berani mengambil sikap tegas dan menegaskan bahwa dirinya adalah pemimpin. Dan ini adalah berita baik bagi bangsa Indonesia," tutur dia.