FEIHE AceKid ajak orang tua dan pakar lihat langsung ekosistem produksi di China
Kamis, 17 September 2026 12:50 WIB
FEIHE AceKid ajak orang tua dan pakar lihat langsung ekosistem produksi di China (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Bandarlampung (ANTARA) - FEIHE AceKid menggelar Ace Fresh Journey dengan mengajak lebih dari 30 ibu dan orang tua Indonesia, bersama brand ambassador, figur publik, pakar, dan mitra ritel.
Para peserta diajak melihat langsung ekosistem produksi di Qiqihar dan Smart Factory di Harbin, China, mulai dari peternakan, pemerahan, pengumpulan susu segar, hingga manufaktur dan pengendalian kualitas.
Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Lucky Zheng, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Kamis, menyatakan bahwa perjalanan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan transparansi menyeluruh kepada konsumen.
"Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga. Melalui Ace Fresh Journey, kami memperlihatkan proses tersebut secara langsung dari peternakan hingga menjadi susu formula," ujar Lucky.
Brand Ambassador AceKid, Denny Sumargo, mengungkapkan bahwa pengalaman melihat langsung fasilitas produksi memberikan pemahaman baru baginya.
Hal senada disampaikan aktris Ryana Dea, yang menyoroti pentingnya menjaga kualitas susu sejak dari lingkungan peternakan, kesehatan sapi, pakan, hingga proses pemerahan.
FEIHE AceKid saat ini memiliki 15 peternakan mandiri dengan populasi sekitar 150.000 ekor sapi di kawasan Golden Milk Source 47° Lintang Utara. Pemerahan dilakukan secara otomatis dan terjadwal, dengan susu segar langsung didinginkan pada suhu 0–4°C lalu dikirim ke fasilitas produksi dalam kurun waktu sekitar dua jam.
Susu segar yang dihasilkan diklaim memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih rendah dibandingkan standar Uni Eropa.
Pada tahap manufaktur, susu segar diproses melalui One-Step Fresh Process di Smart Factory untuk mempertahankan nutrisi alaminya.
Setiap batch produk melewati 25 tahapan produksi dan 411 pemeriksaan kualitas. Selama lebih dari 64 tahun, FEIHE mencatatkan rekam jejak zero food safety accident.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai transparansi proses produksi sangat membantu orang tua menentukan pilihan.
Menurutnya, penggunaan susu segar sebagai komposisi utama serta formulasi tanpa maltodekstrin dan perisa sintetik menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Dari sisi ritel, Pemilik Raja Susu sekaligus Mitra Ritel AceKid, David Setiawan, mencatat bahwa konsumen saat ini semakin kritis dan tidak hanya bertanya soal harga atau nutrisi, tetapi juga asal-usul bahan baku.
Melalui program ini, AceKid mendorong gerakan dari sekadar "Cek Komposisi" menuju "Cek Transparansi". Untuk mendukung hal tersebut, produk AceKid dilengkapi sistem keterlacakan melalui pemindaian kode QR pada kemasan.
Meski demikian, AceKid menegaskan tetap mendukung penuh pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai nutrisi terbaik bagi bayi, termasuk ASI eksklusif selama enam bulan pertama yang dilanjutkan bersama MPASI. Penggunaan susu formula dianjurkan untuk disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta atas pertimbangan tenaga kesehatan.
Pewarta : Ardiansyah
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.