FEB UI edukasi 50 pelaku UMKM pangan Sukabumi perkuat pemasaran digital - ANTARA News Megapolitan

2026/08/27

Depok (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) memberikan edukasi kepada 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor pangan yang tergabung dalam Sukabumi Entrepreneur Association (SEA).

Ketua Tim Pelaksana Dr Dwi Nastiti Danarsari di Depok, Jawa Barat, Kamis, mengatakan kualitas produk perlu diikuti strategi pemasaran dan komunikasi yang sesuai dengan karakteristik pelanggan.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau pasar lebih luas dengan biaya yang relatif terjangkau.

“Pelaku UMKM dapat memulai dari langkah sederhana, seperti memperbaiki foto produk, menyampaikan informasi produk secara lebih menarik, dan lebih aktif memanfaatkan media sosial. Hal-hal sederhana ini apabila dilakukan secara konsisten, dapat membantu usaha semakin dikenal oleh pelanggan,” kata Dwi menjelaskan.

Baca juga: Guru besar FEB UI ungkap pentingnya strategi adaptif agar UMKM mampu bertahan

SEA merupakan wadah bagi pelaku UMKM di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Komunitas tersebut didukung oleh jejaring anggota, semangat saling membantu, serta kerja sama dengan perguruan tinggi melalui pelatihan dan pendampingan, lanjutnya.

Namun, menurut dia, SEA masih menghadapi tantangan dalam literasi digital, ketersediaan sumber daya manusia, dan pengelolaan platform digital, sehingga pendampingan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan praktis para pelaku UMKM.

Oleh karena itu, Tim Pengmas FEB UI melakukan pendampingan pada 9–11 Agustus 2026 untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemasaran, pemasaran digital, komunikasi pemasaran, hingga penguatan citra diri.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha dengan memanfaatkan kanal digital sekaligus memperkuat interaksi dengan pelanggan.

Baca juga: FEB UI melalui Pengmas dampingi IKM Depok tembus ekspor ke Malaysia

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke UMKM peternakan lebah penghasil madu. Kunjungan itu memberikan kesempatan kepada tim untuk melihat secara langsung proses usaha sekaligus memahami tantangan pelaku UMKM dalam memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen.

Selanjutnya, para peserta mengikuti pelatihan pemasaran, pemasaran digital, dan komunikasi pemasaran. Prof. Tengku Ezni Balqiah, membahas cara memahami kebutuhan konsumen, menentukan pasar sasaran, dan menyusun strategi pemasaran.

Sementara itu, content creator sekaligus pemilik Rendang Den Lapeh, Margaretha Crisnasari, berbagi cara memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk dan memperluas pasar.

Guru Besar FEB UI Prof Rifelly Dewi Astuti melengkapi pelatihan dengan materi komunikasi pemasaran, terutama cara menyampaikan keunggulan produk untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Baca juga: Pemkot Depok ingatkan pelaku UMKM pilih lembaga keuangan yang legal

Tak hanya pelatihan, penguatan kapasitas peserta juga dilengkapi dengan materi self-grooming dari Tim MUA Wardah.

Materi tersebut menekankan pentingnya citra diri dalam interaksi pelaku usaha dengan pelanggan dan mitra. Penampilan yang rapi, komunikasi yang baik, dan kepercayaan diri menjadi bagian dari kualitas pelayanan sekaligus representasi usaha.

Melalui kegiatan itu, ia mengatakan FEB UI memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan kapasitas UMKM melalui transfer pengetahuan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Kolaborasi dengan SEA diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan program pendampingan yang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi perkembangan UMKM di Sukabumi.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.