Fakta Penembakan Tragis di Sekolah Thailand, Pelakunya Siswa 14 Tahun

2026/08/08

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:00 WIB

VIVA –Kasus penembakan yang terjadi di Debsirin Nonthaburi School Thailand pada Jumat 7 Agustus 2026 mendapat perhatian serius. Pasalnya kasus penembakan tersebut dilakukan oleh siswa sekolah tersebut yang diketahui masih berusia 14 tahun. Kasus ini mendapat perhatian serius di Thailand sebab ini menjadi penembakan masal paling mematikan di Thailand dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Baca Juga

Lantas seperti apa kasus ini? Melansir laman Time, Sabtu 8 Agustus 2026 berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mengenai peristiwa tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Sempat menembak kakek-neneknya terlebih dahulu

Baca Juga

Sebelum melancarkan aksi penembakannya di sekolah, siswi yang tidak disebutkan namanya itu terlebih dahulu menembak mati kakek dan neneknya yang selama ini tinggal bersamanya. Menurut Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul dalam keterangannya kepada wartawan Jumat malam 7 Agustus 2026, setelah menembak mati kakek-neneknya, siswi tersebut langsung berangkat ke sekolahnya Debsirin Nonthaburi School yang berada di luar ibu kota Bangkok. Tersangka kemudian melepaskan tembakan yang menewaskan sedikitnya lima orang guru dan staf sekolah. 

2. Korban Penembakan

Baca Juga

Selain menewaskan lima orang guru dan staf sekolah tersebut, lebih dari 20 orang terluka. Dari 20 korban, 9 diantaranya masih dalam kondisi kritis. Sementara itu pelaku juga memilih menghabisi nyawanya dengan menembakkan dirinya. Anutin mengatakan bahwa penembakan tersebut sebenarnya bisa menimbulkan korban yang jauh lebih banyak. Ia mengungkapkan bahwa tersangka masih memiliki lebih dari 30 butir amunisi ketika akhirnya mengarahkan senjatanya kepada dirinya sendiri.

3. Detik-detik penembakan yang mencekam terekam kamera

Dalam sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat para siswa langsung berlindung di bawah meja di dalam kelas begitu suara tembakan terdengar. Sejumlah meja terlihat terbalik dan ditumpuk sementara selongsong peluru bererakan di lantai. Rekaman lain yang diambil dari luar sekolah memperlihatkan sejumlah orang saling berpelukan di tengah kerumunan petugas medis dan polisi yang berada di lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang siswi mengatakan kepada BBC bahwa ia sedang berdiri di depan seorang guru ketika guru tersebut ditembak.

"Dia sedang berbicara kepada saya ketika (pelaku) muncul dan menembaknya," ujar siswi tersebut saat mengenang kejadian itu.

Halaman Selanjutnya

4. Alasan penembakan diduga lantaran pelaku alami tekanan