Bagikan:
JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Kereta Nusantara Explorer punya daya tarik unik. Kereta wisata itu dinilai bisa dipakai untuk perjalanan wisata, reuni, gathering, hingga rapat sambil menikmati rute perjalanan.
Fadli menyampaikan hal itu saat mencoba Nusantara Explorer dalam perjalanan dari Semarang menuju Jakarta, Kamis, 30 Juli.
Menurut Fadli, respons awal terhadap kereta tersebut cukup positif. Ia menilai banyak masyarakat berpotensi tertarik menyewa gerbong Nusantara Explorer untuk berbagai kegiatan.
“Kelihatannya kalau dari obrolan-obrolan tadi juga respons dari banyak orang ini bakalan banyak masyarakat yang akan tertarik,” kata Fadli.
Ia menyebut konsep kereta itu berbeda karena menggabungkan perjalanan, ruang berkumpul, dan pengalaman wisata dalam satu gerbong.
“Bahkan mungkin menyewa gerbong atau menyewa untuk kegiatan-kegiatan, acara, reuni, gathering, atau sambil rapat,” ujarnya.
BACA JUGA:
Fadli lalu membandingkan Nusantara Explorer dengan Orient Express, kereta mewah legendaris yang dikenal dalam sejarah perjalanan Eropa. Namun, ia menegaskan kereta ini tetap membawa rasa Indonesia.
“Ini sangat unik. Seperti Orient Express, tapi ini ada sentuhan Nusantaranya,” kata Fadli.
Sentuhan itu, menurut Fadli, terlihat dari penggunaan motif batik dan dekorasi di dalam kereta.
“Harus dong, tetap nilai keindonesiaan yang ditonjolkan,” ujarnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Nusantara Explorer disiapkan atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan pariwisata berbasis kereta api.

Menurut Prasetyo, PT KAI sebenarnya sudah memiliki anak perusahaan yang mengelola kereta wisata. Namun, Presiden meminta fasilitas itu diperkuat dengan gerbong baru dan dipadukan dengan destinasi wisata unggulan.
“Atas petunjuk Presiden, minta untuk diperkuat, kita bikin gerbong baru, yang kemudian nanti akan dipadukan dengan destinasi-destinasi wisata unggulan yang kita miliki,” kata Prasetyo.
Prasetyo mengatakan Nusantara Explorer belum resmi diluncurkan. Kereta tersebut masih diuji dan akan dievaluasi sebelum ditetapkan jadwal operasinya.
Saat ditanya apakah kereta itu bisa beroperasi tahun ini, Prasetyo menjawab, “Kalau bisa tahun ini.”

Prasetyo juga mengapresiasi kualitas interior kabin gerbong. Ia menilai KAI kini mampu membuat gerbong kereta wisata dengan kualitas berkelas internasional.
Namun, pengembangan kereta wisata tidak hanya berhenti pada gerbong. Prasetyo mengatakan pembahasan sudah menyentuh destinasi yang akan dihubungkan, termasuk kemungkinan menghidupkan kembali jalur kereta menuju kawasan wisata.
Salah satunya jalur Semarang menuju Magelang untuk mendukung Borobudur sebagai destinasi unggulan. Pemerintah juga menaruh perhatian pada kawasan Yogyakarta dan Candi Prambanan yang tengah dipersiapkan untuk direstorasi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+