Fadli Zon Bidik Afrika Jadi Pasar Baru Wastra Nusantara, Gandeng Desainer Internasional

2026/07/30

Bagikan:

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka peluang ekspansi wastra Nusantara ke pasar Afrika sebagai bagian dari strategi memperkuat diplomasi budaya Indonesia. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar karena motif busana tradisionalnya memiliki kemiripan dengan batik.

Gagasan itu disampaikan Fadli Zon saat menerima audiensi perancang busana Ivan Gunawan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (29/7). Pertemuan membahas pengembangan industri fesyen berbasis budaya sekaligus pemanfaatannya sebagai instrumen diplomasi dan penggerak ekonomi.

Fadli mengatakan promosi wastra Indonesia perlu diperluas ke negara-negara yang selama ini belum banyak disentuh. Salah satunya Afrika.

"Agar go international, kita bisa mempromosikan batik atau wastra ke belahan dunia lain. Negara-negara di Afrika belum banyak yang tersentuh oleh wastra kita, padahal sangat potensial. Motif pakaian tradisional Afrika juga memiliki kemiripan dengan batik," kata Fadli.

BACA JUGA:


Menurut Fadli, penguatan diplomasi budaya juga dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan desainer internasional yang dilibatkan sebagai duta budaya untuk memperkenalkan wastra Indonesia di pasar global.

Selain memperluas pasar, Fadli menyoroti pentingnya perlindungan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) bagi para desainer yang menciptakan motif batik baru. Perlindungan tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi karya kreatif sekaligus memperkuat ekosistem industri budaya.

Ia menilai inovasi para desainer tidak hanya menghasilkan produk fesyen, tetapi juga membuka peluang bagi pengrajin untuk mengembangkan usaha yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Fadli juga menyatakan dukungannya terhadap agenda peragaan busana yang digagas Ivan Gunawan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan wastra kepada generasi muda sekaligus menghubungkan tradisi dengan tren fesyen modern.

Ivan Gunawan menyambut baik peluang kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan. Ia menilai fesyen dan wastra dapat menjadi media edukasi yang efektif untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.

"Tahun ini, dalam rangka euforia kemerdekaan Indonesia, kami juga berencana membuat instalasi busana yang terbuka untuk umum sehingga pelajar, sekolah fesyen, dan masyarakat bisa melihat keindahan wastra kita," ujar Ivan.

Fadli berharap batik dan wastra Nusantara semakin dikenal sebagai identitas budaya Indonesia di tingkat global, sekaligus menjadi instrumen diplomasi budaya dan sumber nilai ekonomi bagi industri kreatif nasional.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+