Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin stok LPG aman dari gejolak perang di Timur Tengah karena telah melakukan diversifikasi impor.
“LPG aman. Stok tersedia dan tidak ada hambatan,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai setelah Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
Laode menyampaikan Indonesia sudah menghadapi dinamika geopolitik yang diakibatkan oleh perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Langkah diversifikasi impor dengan mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, kata Laode, merupakan salah satu solusi yang berkontribusi terhadap stabilitas stok LPG di Indonesia.
“Jadi, strategi yang kita jalankan persis seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia). Yang penting kita diversifikasi sumber-sumber pasokan yang selama ini kita impor,” kata Laode.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga jamin keamanan produk LPG sesuai ketentuan BDKT
Baca juga: Menteri Bahlil jamin ketersediaan LPG di Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia aman, sebab sudah mendapatkan kontrak jangka panjang dari Amerika Serikat (AS).
Bahlil menyampaikan kontrak jangka panjang tersebut merupakan bagian dari kesepakatan impor komoditas energi dari Amerika Serikat (AS) sebesar 15 miliar dolar AS.
Oleh karena itu, selain menjamin ketersediaan LPG di Indonesia, Bahlil juga menjamin tidak akan menaikkan harga LPG nonsubsidi.
Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG 3 kg untuk tahun 2026 sebesar 8,6 juta ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kuota yang ditetapkan di dalam APBN 2026, yakni 8 juta ton.
Laode memaparkan bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai dengan Juli 2026 sebesar 5,05 juta ton dari kuota sebesar 8 juta ton. Ia memproyeksikan hingga akhir 2026, penyaluran LPG 3 kg akan mencapai 8,677 juta ton atau 108,46 persen dari kuota.
Dia juga menyampaikan untuk tahun 2027, proyeksi konsumsi LPG 3 kg bisa lebih tinggi daripada tahun 2026. Dikutip dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, kuota volume LPG 3 kg dituliskan sebesar 8,9 juta ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kuota LPG 3 kg pada APBN 2026.
Baca juga: Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 kg masuki tahap uji coba ke masyarakat
Baca juga: ESDM perkuat basis data penerima LPG 3 kg untuk subsidi tepat sasaran
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.