"Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yaitu membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,"
Lombok Timur (ANTARA) - Industri jasa keuangan mendukung program Desa Berdaya sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Komitmen dukungan industri jasa keuangan dalam program peningkatan kesejahteraan keuangan masyarakat di Desa Berdaya Provinsi NTB, diresmikan di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Abul Chair, mengatakan pemerintah daerah melaksanakan program Desa Berdaya karena sejalan dengan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, OJK, lembaga jasa keuangan, pemerintah desa, dan berbagai mitra menjadi kunci keberhasilan dalam membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
"Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yaitu membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," katanya.
Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo menjelaskan program Desa Berdaya merupakan tindak lanjut arahan Gubernur NTB agar berbagai program pemberdayaan difokuskan pada desa-desa dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi.
Sebagai tahap awal, OJK menetapkan empat desa sebagai lokasi proyek percontohan, yaitu Desa Lendang Nangka Utara, Desa Mangkung, Desa Mekarsari, dan Desa Bewun Mas.
Pelaksanaan program melibatkan Bank NTB Syariah, Astra Financian, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), International Labour Organization (ILO), Women's World Banking, pemerintah daerah, serta pelaku industri jasa keuangan lainnya.
Program tersebut menyasar lebih dari 100 kepala keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem.
Rudi mengatakan industri jasa keuangan yang terlibat tidak hanya memberikan bantuan modal atau sarana usaha, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Salah satu sektor yang dikembangkan ialah peternakan ayam petelur.
Peserta program memperoleh bantuan pembangunan kandang, pelatihan teknis, pendampingan usaha, hingga akses pemasaran melalui skema kerja sama dengan offtaker sehingga hasil produksi memiliki kepastian pasar.
Selain itu, peserta mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari training for trainers, penyusunan proposal usaha, pengelolaan bisnis, penguatan literasi keuangan, hingga teknik budidaya dan pemeliharaan ternak.
"Pendampingan menjadi bagian penting agar masyarakat mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan dan memperoleh manfaat ekonomi dalam jangka panjang," ujar Rudi.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik mengatakan daerahnya menjadi kabupaten dengan jumlah Desa Berdaya terbanyak di Provinsi NTB.
Pada 2026, sebanyak 64 desa di Lombok Timur telah ditetapkan sebagai Desa Berdaya berdasarkan keputusan Gubernur NTB.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga menyiapkan Program Duta Ferlinsos atau Perlindungan Sosial untuk memperkuat validasi data masyarakat miskin agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.
Sebanyak 2.300 petugas akan melakukan pendataan terhadap 501.104 kepala keluarga menggunakan aplikasi Ferlinsos yang telah terintegrasi dengan berbagai basis data nasional, termasuk data kependudukan, kepegawaian, dan kelistrikan.
"Sistem tersebut diharapkan mampu menekan potensi kesalahan penerima bantuan (inclusion error) sekaligus mendukung implementasi Satu Data Indonesia," katanya.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan pihaknya mendukung program Desa Berdaya dengan menyalurkan bantuan kepada 20 kepala keluarga sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Dukungan tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga melalui pendampingan agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha hingga menjadi pelaku UMKM yang layak memperoleh pembiayaan perbankan.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026