Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Enam fraksi di DPRD Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, memberikan catatan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2026 pada rapat paripurna pandangan umum fraksi di DPRD setempat, Kamis.
"Semua fraksi memberikan masukan dan catatan atas Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, yakni Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai NasDem, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi.
Fraksi Partai Golkar meminta Pemkab Probolinggo lebih agresif menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) secara rasional.
Dorongan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang menghadapi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Kemudian Fraksi Partai NasDem memberikan perhatian khusus terhadap struktur pembiayaan daerah yang menilai defisit anggaran mengalami peningkatan dari sekitar Rp72 miliar menjadi Rp191,01 miliar pada P-APBD 2026 sehingga defisit tersebut direncanakan ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2025 hasil audit BPK.
Catatan lain juga disampaikan Fraksi PDI Perjuangan yang menekankan agar perubahan anggaran lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kelompok masyarakat yang menjadi perhatian antara lain warga miskin, petani, nelayan, pelaku UMKM, perempuan, anak serta kelompok rentan.
Program pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan dan pendidikan dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih dalam penyusunan anggaran.
"Secara umum semua fraksi dapat memahami berbagai pertimbangan yang menjadi landasan rencana perubahan anggaran P-APBD tahun 2026," kata Zubaidi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan beragam pandangan enam fraksi tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam memberikan jawaban atas pemandangan umum DPRD.
"Catatan mengenai PAD, defisit, silpa, infrastruktur, ketahanan pangan, pelayanan dasar, kemiskinan hingga evaluasi program unggulan menunjukkan bahwa pembahasan P-APBD 2026 tidak hanya berkaitan dengan perubahan angka anggaran," tuturnya.
Pada Nota Penjelasan Bupati Probolinggo tentang Rancangan P-APBD 2026 tercatat pendapatan daerah direncanakan bertambah sebesar Rp13,299 miliar dari yang direncanakan sebelumnya sebesar Rp2,334 triliun menjadi Rp2,347 triliun, kemudian dari sisi belanja daerah tercatat bertambah Rp132,313 miliar dari APBD awal sebesar Rp2,406 triliun menjadi Rp2,538 triliun pada Perubahan APBD 2026.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.