Emiten Peter Sondakh (BWPT) Buka Suara Soal Isu Investasi dengan Felda

2026/08/28

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten perkebunan sawit milik pengusaha Peter Sondakh, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), memberikan tanggapan dan klarifikasi terkait isu sengketa investasi badan pemerintah Malaysia, Federal Land Development Authority (Felda).

Perseroan mengatakan telah mencermati pemberitaan mengenai investasi saham BWPT yang dikaitkan dengan Felda dan FICP. Namun, berdasarkan administrasi kepemilikan saham perseroan, FICP merupakan pihak yang tercatat sebagai pemegang saham BWPT.

Dalam hubungan korporasi dan komunikasi dengan pemegang saham, BWPT menyatakan hanya berhubungan dengan FICP dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham perseroan. Perseroan menegaskan tidak memiliki hubungan korporasi maupun hubungan kontraktual dengan FELDA terkait kepemilikan saham BWPT.

BWPT juga menyebut FICP merupakan badan hukum mandiri yang berbeda dan terpisah dari Felda. Oleh karena itu, perseroan menyatakan tidak berada dalam posisi untuk mengonfirmasi atau memberikan penjelasan mengenai informasi yang bersumber dari maupun berkaitan dengan urusan internal Felda.

Perseroan juga menegaskan tidak memiliki kewajiban maupun eksposur, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap potensi kerugian Felda yang disebut mencapai sekitar 2,5 miliar ringgit Malaysia atau lebih dari Rp10 triliun dengan asumsi kurs Rp4.300. Felda bukan pemegang saham BWPT dan perseroan tidak memiliki hubungan kontraktual dengan Felda terkait transaksi yang menjadi sorotan tersebut.

"Felda bukan pemegang saham Perseroan dan Perseroan tidak memiliki hubungan kontraktual dengan Felda terkait transaksi dimaksud. Oleh karena itu, nilai potensi kerugian yang diberitakan tersebut bukan merupakan kewajiban atau tanggung jawab Perseroan," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat, (28/8/2026).

Mengenai penyelesaian permasalahan terkait hak put option yang disebut telah dilaksanakan pada 2022, BWPT menyatakan tidak melakukan komunikasi dengan FICP untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal itu lantaran perseroan bukan merupakan pihak dalam hubungan kontraktual maupun perjanjian yang mendasari put option tersebut.

Adapun komunikasi antara BWPT dan FICP tetap berjalan dalam kapasitas FICP sebagai pemegang saham perseroan. BWPT menyebut komunikasi tersebut berlangsung dengan baik dan konstruktif, khususnya dalam konteks tata kelola dan perkembangan perseroan.

Hubungan tersebut antara lain tercermin dari keberadaan dua perwakilan FICP yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris BWPT. Perseroan juga menyatakan tidak menerima informasi dari FICP mengenai perkembangan material terkait permasalahan tersebut yang berdampak langsung terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dikabarkan telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta bantuan terkait persoalan investasi Felda di BWPT. Anwar menyebut investasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi Felda hingga RM2,5 miliar atau sekitar Rp10,75 triliun dengan asumsi kurs Rp4.300 per ringgit.

Menurut pemberitaan sebelumnya, dana yang masih berpotensi diselamatkan dari persoalan tersebut diperkirakan hanya sekitar RM200 juta. Kerugian itu disebut berasal dari keputusan manajemen Felda pada periode sebelumnya terkait investasi di saham BWPT.

"Investasi ini sedang dalam proses hukum di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau meninjau masalah ini," kata Anwar dikutip dari Detik.com, Selasa (25/8/2026).

Sebagai informasi, Felda merupakan badan pemerintah Malaysia yang bergerak dalam pembangunan dan pengembangan lahan pertanian, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Pada Desember 2016, Felda melalui FICP membeli saham Eagle High Plantations di Indonesia senilai US$505,4 juta.

Harga pembelian tersebut sebelumnya banyak mendapat sorotan karena dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan nilai pasar dan pergerakan harga saham setelah transaksi dilakukan. Anwar pun menekankan pentingnya seluruh jajaran manajemen Felda memahami besarnya persoalan yang dihadapi dalam upaya pemulihan lembaga tersebut.

Sebagai informasi, Hingga 26 Agustus 2026, Felda masih menggenggam sebanyak 37% saham perseroan. Jumlah itu hampir menyamai porsi kepemilikan yang dimiliki pengendali BWPT yaitu PT Rajawali Capital International sebanyak 37,7%.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]