Ekspor perdana Walet Kalbar ke Singapura capai Rp1,3 miliar - ANTARA News Kalimantan Barat

2026/09/18

Pontianak (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat memfasilitasi ekspor perdana 103 kilogram sarang burung walet (SBW) langsung dari Bandara Internasional Supadio Pontianak ke Singapura senilai Rp1,3 miliar.

"Pelepasan ekspor tersebut menjadi langkah awal membuka jalur perdagangan langsung komoditas walet dari Kalimantan Barat ke pasar internasional, sekaligus memperkuat peluang pengembangan komoditas unggulan daerah," kata Kepala Karantina Kalbar Ferdi di Sungai Raya, Jumat.

Kegiatan di Bandara Internasional Supadio itu dihadiri Kepala Bea Cukai Pontianak, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio, Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Branch Manager IAS Cargo di Bandara Supadio Pontianak, serta pelaku usaha pengguna jasa karantina.

Pengiriman perdana tersebut memiliki nilai perdagangan sekitar 95.110 dolar Singapura. Nilai itu menunjukkan bahwa komoditas walet memiliki peluang ekonomi yang besar ketika mampu memenuhi persyaratan pasar ekspor.

"Karantina Kalbar memastikan produk SBW yang akan diekspor memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain sarang dalam kondisi bersih dan dilengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal," tuturnya.

Produk juga wajib diserahkan kepada pejabat karantina di tempat pengeluaran yang telah ditetapkan. Pada kemasan, pelaku usaha harus mencantumkan informasi mengenai jenis, grade, berat bersih, serta waktu produksi untuk menjamin ketertelusuran produk.

Ferdi mengatakan ekspor perdana tersebut membuktikan komoditas unggulan Kalimantan Barat memiliki peluang bersaing di pasar global.

"Pelepasan ekspor perdana sarang burung walet ke Singapura ini merupakan bukti nyata bahwa komoditas unggulan Kalimantan Barat memiliki daya saing tinggi di pasar global," ujarnya.

Menurut dia, Karantina Kalbar akan terus mendampingi pelaku usaha agar mampu memenuhi standar sanitasi, keamanan pangan, dan ketertelusuran yang dipersyaratkan negara tujuan.

Selain memastikan kelancaran ekspor, Karantina Kalbar mendorong penambahan instalasi pemrosesan SBW bersih yang terdaftar di Kalimantan Barat.

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pengolahan dapat dilakukan lebih dekat dengan sumber komoditas sehingga nilai tambah sarang burung walet dapat dinikmati pelaku usaha dan masyarakat lokal.

"Kami akan terus mendorong penambahan instalasi pemrosesan SBW bersih yang terdaftar di Kalbar agar nilai tambah komoditas ini dapat dinikmati langsung oleh masyarakat lokal tanpa harus bergantung pada pengiriman antar-area," kata Ferdi.

Karantina Kalbar berharap ekspor perdana tersebut menjadi pemantik bagi pelaku usaha walet lainnya untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar internasional.

"Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, karantina, serta pemangku kepentingan di sektor logistik dan perdagangan akan terus diperkuat untuk membangun ekosistem ekspor yang mampu mendorong komoditas lokal Kalimantan Barat menembus pasar global," kata Ferdi.

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.