Eks Bos Yamaha Bongkar Sisi Baik Rossi yang Tak Banyak Orang Tahu

2026/08/25

Jakarta -

Mantan bos Yamaha dan Suzuki di MotoGP, Davide Brivio, mengungkap sisi baik Valentino Rossi yang tak pernah ditayangkan media-media di dunia. Dia memastikan, The Doctor selalu membantu rekan-rekan setimnya mencapai potensi terbaiknya.

Dalam wawancara dengan Moto.it, Brivio menjelaskan, pebalap utama biasanya ingin mencolok sendirian di tim. Bahkan, ada yang sampai menghalang-halangi rekan setimnya menggunakan komponen tertentu. Namun, Rossi tak pernah begitu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rossi selalu ingin rekan setimnya mencapai kesuksesan yang sama dengannya. Itulah mengapa, kata Brivio, juara dunia sembilan kali itu merupakan sosok yang sangat jujur dan adil.

"Valentino Rossi tidak pernah melakukan hal itu. Valentino selalu jujur, adil, dan setia (kepada rekan setimnya)," ujar Brivio, dikutip Selasa (25/8).

Valentino Rossi bersama Davide Brivio.Valentino Rossi bersama Davide Brivio. Foto: Doc. Crash

Sayangnya, kondisi tersebut tak diketahui banyak orang. Sebab, Rossi terkadang dicitrakan sebagai pebalap yang penuh intrik dan mau menang sendiri. Hal tersebut mengacu pada hubungannya dengan Jorge Lorenzo yang disebut-sebut sempat pecah di Yamaha.

Padahal, Rossi bukan sosok yang seperti itu. Brivio bisa menjamin, di luar lintasan, eks pebalap asal Italia itu merupakan pribadi yang nyaris sempurna.

"Saat negosiasi kontrak, saat pengambilan keputusan teknis, mungkin dia cerdik dalam konteks olahraga, cerdas dalam pertarungan, atau saat menyusun strategi karier," tuturnya.

"Namun, dalam hal kejujuran dan sikap adil, saya tidak pernah memiliki masalah apa pun tentangnya; saya bisa mengatakannya dengan lantang," kata dia menambahkan.

Meski tersirat, namun sumber yang sama menduga, pernyataan Brivio mengacu pada sikap Marc Marquez yang sempat ingin menyabotase Dani Pedrosa di Honda. Ketika itu, The Baby Alien kesal jika komponen di motor Pedrosa lebih baik dari miliknya.

"Dulu kami punya motor yang hebat dan semua bekerja dengan baik. Jadi jika ada bagian pengganti yang bagus untuknya, saya tidak menyukai itu," tutur

Marquez dalam serial dokumenter bertajuk 'Marc Marquez: All In' yang tayang di platform Amazon Prime.

"Saya akan mengatakan 'Ini tidak bekerja, saya mau yang itu! Saya menginginkan bagian tersebut karena saya yang memimpin, jangan memberikan itu padanya'," kata dia menambahkan.

(sfn/sfn)