Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen dibandingkan triwulan II 2025, dengan produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku Rp1.058,02 triliun dan atas dasar harga konstan Rp594,22 triliun.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Rabu, menyampaikan lapangan usaha dengan kontribusi terbesar pada perekonomian Jakarta periode tersebut, yakni perdagangan besar dan eceran yang memberikan kontribusi 18,24 persen.
Selanjutnya, jasa keuangan dengan kontribusi 11,16 persen dan konstruksi yang berkontribusi sebesar 10,84 persen terhadap ekonomi Jakarta.
“Ini sejalan dengan realisasi penanaman modal baik penanaman modal asing maupun dalam negeri, telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” kata Kadarmanto.
Menurut dia, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,52 persen, diikuti oleh jasa lainnya yang tumbuh 8,22 persen.
“Kalau kita sebut jasa lainnya misalnya taman rekreasi dan hiburan, dan termasuk jasa perorangan seperti laundry, salon, dan reparasi peralatan rumah tangga,” ujarnya.
Lapangan usaha berikutnya yang tercatat memiliki pertumbuhan tinggi yakni pengadaan listrik dan gas yang tumbuh sebesar 7,72 persen.
Adapun ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2026, tumbuh sebesar 1,52 persen.
“Lalu jika dibandingkan dengan semester I tahun 2025, ekonomi Jakarta pada semester II 2026 tumbuh 5,55 persen,” kata Kadarmanto.
Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada triwulan I-2026
Baca juga: Ekonomi Jakarta diharapkan tumbuh hingga 7,4 persen pada 2027
Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen di tahun pertama Pramono-Rano
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.