Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menilai daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah menjadi kunci penting untuk menjaga kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II-2026.
“Pada kuartal III dan IV, pemerintah perlu fokus menjaga daya beli, terutama kelompok menengah bawah,” kata Rizal saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Pada kuartal II-2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 5,06 persen (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini melambat bila dibandingkan kuartal I-2026 yang mencetak pertumbuhan sebesar 5,52 persen (yoy).
Menurut Rizal, perlambatan konsumsi rumah tangga pada triwulan II perlu menjadi perhatian karena konsumsi masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, dengan porsi kontribusi sebesar 2,67 persen terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai level 5,29 persen (yoy).
Ketika konsumsi melemah sementara pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkisar 5 persen, lanjut Rizal, artinya sumber pertumbuhan mulai lebih bergantung pada komponen lain seperti investasi dan belanja pemerintah.
Maka dari itu, perlu ada upaya untuk mendongkrak kembali kinerja konsumsi rumah tangga pada sisa tahun. Sejumlah langkah yang ia soroti mencakup pengendalian inflasi pangan, bantuan yang lebih tepat sasaran, insentif transportasi, serta kebijakan yang menekan biaya hidup.
Namun, dia menggarisbawahi bahwa stimulus konsumsi tidak boleh berhenti pada bantuan temporer.
Stimulus seharusnya lebih diarahkan pada upaya memperbaiki sumber pendapatan rumah tangga melalui penciptaan pekerjaan formal, menekan pemutusan hubungan kerja (PHK), mendorong kenaikan upah riil, dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Jika konsumsi dipaksa tumbuh tanpa perbaikan pendapatan, Rizal berpendapat risiko yang mungkin muncul adalah masyarakat menggerus tabungan atau menambah utang.
“Jadi, strategi kuartal III dan IV harus menggabungkan stimulus jangka pendek dengan penguatan pendapatan agar konsumsi pulih secara lebih sehat dan berkelanjutan,”ujar dia.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.